Jumat, 25 Mei 2012
Bantul: Dispertahut Akan Perluas Lahan Bawang Merah
Minggu, 29 Agustus 2010 12:33
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/8 (SIGAP) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta berencana memperluas dan mengembangkan lahan tanaman bawang merah di daerah ini.

"Kami berencana memperluas lahan bawang merah dengan tujuan untuk semakin meningkatkan produksi bawang merah di kabupaten Bantul," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Edy Suhariyanta di Bantul, Sabtu (28/8).

Menurutnya, perluasan lahan bawang merah tersebut diperlukan mengingat produksi bawang merah di Bantul cukup tinggi dengan kualitas baik, sehingga perlu dipertahankan terlebih lagi dikembangkan produktivitasnya.

"Kami menilai hasil pertanian bawang merah di Bantul cukup baik, sehingga perlu mendapatkan lahan yang lebih luas guna meningkatkan produktivitas," katanya. Edy mengatakan, perluasan lahan bawang merah nantinya akan memilih lokasi di daerah pegunungan seperti di Kecamatan Imogiri dan Dlingo maupun Pundong, sehingga perlu pembukaan lahan di wilayah pegunungan.

"Pertimbangan kami memilih lokasi di daerah pegunungan karena dapat mengurangi resiko genangan air saat hujan, mengingat tanaman bawang merah tidak tahan dengan genangan air," katanya. Selain itu, kata dia pada wilayah lahan pasir yang berada di pantai selatan Bantul seluas 1.100 hektare, namun seluas 600 hektare di antaranya akan diarahkan dan dikembangkan sebagai lahan konservasi pantai.

"Sedangkan lahan pasir sisanya seluas 500 hektare telah dikembangkan menjadi lahan subur yang potensial untuk digunakan sebagai lahan pertanian bawang merah," katanya. Lebih lanjut, kata dia dari lahan seluas 500 hektare itu, saat ini baru seluas 140 hektare telah menjadi lahan produktif dan potensial sebagai lahan pertanian, karena sudah dilakukan reklamasi dan penyuburan lahan. "Sementara sisanya sekitar 360 hektare masih diperlukan reklamasi sehingga nantinya akan menjadi lahan yang subur dan siap untuk budidaya pertanian," katanya.

Sebelumnya diberitakan kompas, hasil panen yang buruk bulan lalu, akibat anomali cuaca membuat pasokan benih bawang merah di Bantul tak memadai. Dari kebutuhan sekitar 720 ton, baru tercukupi 550 ton.

Jika petani menghendaki suplai benih, Pemerintah Kabupaten Bantul siap mencarikan pasokan.

"Kebutuhan benih untuk tiap hektar mencapai 0,9 ton. Di Bantul tiap musim tanam luas arealnya berkisar 800 hektar, sehingga kebutuhan totalnya 720 ton," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Edy Suharyanto, bulan lalu pada Kompas..

Menurutnya, sebagian besar hasil panen petani kurang memuaskan. Hasilnya jauh di bawah standar. Produktivitas standar berkisar 12 ton per hektare, namun karena faktor cuaca turun menjadi 8 ton per hektare. Sebagian lahan juga gagal panen total.(laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita