Jumat, 25 Mei 2012
Jakbar: 50 UKM Ikuti Pameran Produk Unggulan
Minggu, 29 Agustus 2010 12:28
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/8 (SIGAP) - Sebanyak 50 usaha kecil dan menengah di Jakarta Barat mengikuti pameran produk unggulan di Kota Tua, Jakarta Barat, yang berlangsung selama 2 hari mulai Sabtu (28/8).

"Pameran ini adalah bagian dari upaya memberi kesempatan pada usaha kecil menengah untuk berpromosi dan meningkatkan pemasaran," ujar Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin di Kota Tua, Tamansari, Sabtu (28/8).

Berbagai produk unggulan digelar mulai dari tekstil, batik, bordir hingga aksesoris berbahan kulit. Bahkan makanan tradisional khas Jakarta seperti dodol betawi dan bir pletok juga ada.

Burhanuddin berharap pameran produk unggulan itu bisa dijadikan agenda tahunan untuk membantu meningkatkan daya saing produk usaha kecil menengah.

Apalagi saat ini pasar telah dibanjiri produk impor sehingga persaingan semakin berat. Karena itu perbaikan dan upaya perluasan pemasaran industri kecil menengah dan UKM harus terus dilakukan.

"Supaya tidak kalah dalam persaingan, terutama dengan China," ujar Burhanuddin.

Menurutnya, tiap wilayah kecamatan di Jakarta Barat sebenarnya terdapat sejumlah industri kecil menengah yang berpotensi dan bisa menghasilkan produk unggulan, seperti Kecamatan Kembangan dengan potensi produksi makanan khas Jakarta berupa dodol Betawi.

Kemudian Kecamatan Cengkareng dengan potensi ikan hias dan makanan ringan seperti keripik, Kebunjeruk dengan usaha bunga hias dan pakaian serta pencucian jeans, serta Tamansari dengan produksi pakaian.

Dalam pantauan  SIGAP, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pemasaran UMKM selain dengan pemasaran.

Pertama, mengumpulkan supplier/vendor dan minta mereka mengadakan co-op marketing.  Misalnya, dengan  mencantumkan logo perusahaan supplier  dalam materi menasaran (kaos, brosur, x-banner, dll-red) sehingga biaya akan ditanggung bersama atau semua dari supplier.

Kedua, membuat proposal, cantumkan rencana pemasaran dan target penjualan serta prediksi quantitas pembelian bahan baku yang akan anda beli dari supplier/vendor.

Ketiga, meminta referral kepada pelanggan anda (existing). Buat suatu skema, misalnya, jika orang yang direferensikan oleh mereka membeli, mereka akan mendapatkan insentif tertentu, sehingga mereka akan dengan senang hati memberikan referensi sebanyak-banyaknya.

Keempat, membuat produk unik supaya dapat sorotan media. Produk yang unik tersebut ditujukan hanya sebagai umpan untuk membuat calon pelanggan penasaran datang ke tempat anda. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita