Jumat, 25 Mei 2012
Kalsel: Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Meningkat
Sabtu, 28 Agustus 2010 21:33
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/8 (SIGAP) - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Ariffin, berharap, pertumbuhan ekonomi Kalsel ke depan diharapkan meningkat.

"Karena kalau seperti triwulan II 2010, pertumbuhan ekonomi di bawah nasional," katanya, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Sabtu (28/8).

Dirinya mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan II 2010 (April, Mei, Juni), baru mencapai sekitar 5,0%, sementara secara nasional tercatat 6,2%.

"Memang selisih pertumbuhan ekonomi Kalsel dengan nasional tidak mencapai satu persen pada triwulan II 2010, namun ke depan kita harus berusaha maksimal agar bisa meningkat," tandasnya.

Dengan melihat fenomena dan prospektif perekonomian Kalsel, orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut, optimistis pertumbuhan ekonomi di provinsinya bisa meningkat.

Mengenai inflasi, Gubernur Kalsel dua periode itu, memperkirakan, hal tersebut kemungkinan terjadi pada Agustus 2010.

Karena berbagai keperluan rumah tangga dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan harga, seperti beras premium, gula pasir dan cabe.

"Namun kita berharap, kalaupun terjadi kenaikan inflasi pada Agustus 2010, kenaikannya tidak terlalu tinggi dan jangan sampai berpengaruh besar terhadap perekonomian Kalsel untuk masa  berikut," katanya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, mengungkapkan, kota Banjarmasin pada Juli 2010 terjadi inflasi sebesar 1,89% atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional yang hanya 1,57%.

Inflasi Kota Banjarmasin terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 5,02%, kelompok makanan jadi 1,06%.

Kemudian kelompok perumahan, air,listrik, gas dan bahan bakar 0,33%, kelompok sandang 0,36%, kelompok kesehatan 0,01%, kelompok pendidikan rekreasi dan olah raga 0,42% dan kelompok transport komunikasi dan jasa keuangan 0,47%.

Sepanjang tahun 2009 sektor pertanian di Kalimantan Selatan mencatat pertumbuhan yang cukup menggembirakan yaitu 7,12%.

Pertumbuhan tersebut, didorong oleh kenaikan produksi tanaman jagung sebesar 19,81% dan tanaman ubi jalar 15,69%.

Selain itu didorong oleh adanya program bantuan bibit dari pemerintah serta perluasan wilayah tanam kedua komoditas tersebut.

Produksi jagung pada 2008 hanya sekitar 95.064 ton dan pada 2009 naik menjadi 113.897 ton, sedangkan ubi jalar sebelumnya 25.903 ton kini menjadi 29.968 ton.

Untuk sentra pengembangan jagung tersebut, antara lain di pusatkan di Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala (Batola), yang beberapa waktu lalu telah dilakukan panen raya oleh Gubernur Kalsel Rudy Ariffin.

Selain jagung, kendati untuk padi peningkatannya tidak terlalu signifikan namun juga tumbuh positif yaitu 2008 sebesar 1.954.283 ton dan 2009 menjadi 1.956.992 ton, kedelai sebelumnya 3.818 ton menjadi 3.838 ton.

Selanjutnya, kacang hijau naik dibanding 2008 1.529 ton menjadi 1.598 ton pada 2009, begitu juga dengan ubi kayu naik dari 25.903 ton menjadi 29.968 ton.

Pertumbuhan sektor pertanian tersebut, berbanding terbalik dengan sektor industri pengolahan yang tumbuh melambat 2,51% di tahun 2008 menjadi 2,31% pada 2009.

Hal itu, karena dipengaruhi oleh masih lemahnya permintaan ekspor unggulan seperti ekspor komoditas karet yang pada tahun 2009 turun 33,7% yaitu dari 117 ribu ton di tahun 2008 menjadi 77,5 ribu ton.

Begitu juga dengan Volume ekspor komoditas kayu olahan pada 2009 turun 20,6% yaitu dari 282,4 ribu ton di tahun 2008 menjadi 224,2 ribu ton. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita