Jumat, 25 Mei 2012
JICA Bangun 10 Sekolah Percontohan Rumah Gempa
Jumat, 27 Agustus 2010 12:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/8 (SIGAP) - Japan International Cooperation Agency (JICA) membangun 10 unit sekolah percontohan ramah gempa di Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Sebanyak 10 unit sekolah yang dibangun JICA ruamah gempa itu, terdiri dari 3 unit di Kota Padang, 7 unit di Kabupaten Padangpariaman untuk tingkat SDN dan SMPN, kata tim kajian JICA, Yoshitaka Yamazaki, dalam Workshop peluncuran Pedoman Konstruksi Sekolah Ramah Gempa berlangsung di Aula Dinas PSDA Sumbar, Kamis (26/8).

Sepuluh sekolah ramah gempa yang dibangun dengan lokasi, Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padangpariaman, SDN 02 V Koto Timur, SDN 08 2x11 Enam Lingkung, SDN 03 V Koto Kampung Dalam.

Berikutnya, SDN 07 Sungai Geringging, SDN05 Batang Gasang, SDN01 Enam Lingkung, SMPN 1 Enam Lingkung dan di Kota Padang, SDN 23/24, SMPN 07 dan SMPN 25 Padang.

Yoshitaka menyampaikan, tim kajian JICAmenargetkan pengerjaan proyek 10 sekolah percontohan ramah gempa itu selesai sampai akhir tahun.

Dari hasil kajian tim JICA, bangunan sekolah di Sumbar yang terkena dan rawan gempa karena dibangun pada 1970-an dan 1980-an, ditambah kurang pemeliharaan serta kurang dipatuhinya peraturan bangunan.

Dalam pedoman pembangunan gedung sekolah aman gempa JICA, bahwa sekolah yang aman gempa dapat menyelamatkan para siswa, dapat digunakan sebagai pusat evakuasi, distribusi informasi, penyediaan makanan dan distribusi barang batuan.

Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim usai membuka cara Workshop yang juga dihadiri Sekretaris Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas, Bambang Eriyanto mengatakan, JICA suatu lembaga internasional yang membangun sekolah tahan gempa karena Sumbar termasuk zona 6 rawan gempa.

Jadi, untuk menciptakan rasa aman bagi siswa sekolah sehingga dibangun 10 sekolah percontohan dan ke depan pedoman yang dibuat JICA bisa dijadikan acuan.

Ke depan, kata Wagub, pedoman bangunan ramah gempa bukan saja untuk sekolah, tapi gedung pemerintahan dan rumah masyarakat serta gedung publik lainnya.

Namun, perlu diketahui, kalau membangun gedung sekolah dengan pedonam JICA, pembiayaannya terjadi peningkatan sektiar 40-60% dari bangunan biasa selama ini.

Bahkan, pedoman pembangunan sekolah aman gempa, seperti sekolah percontohan yang sedang dibangun Jica bisa diterapkan untuk seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan kebijakan dari pemerintah pusat (Kemendiknas), dan Ke-PU-an serta pemerintah daerah sehingga pedoman yang dirancang Jica bisa dilaksanakan.

Sedangkan untuk tingkat pemerintah daerah, tentu akan ditindaklanjuti dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda), apabila konspe Jica ke depan akan diberlakukan.

Sebelumnya, diberitakan SIGAP, pemerintah kota Padang berencana membangun 100 shelter, bangunan tahan gempa.(laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita