Jumat, 25 Mei 2012
Walikota Kota Baubau Lepas Peserta Sail Indonesia
Jumat, 27 Agustus 2010 06:03
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/8 (SIGAP) - Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) MZ Amirul Tamin melepas seluruh peserta Sail Indonesia di Baubau.

Wali Kota Baubau, Mz Amirul Tamin, di Baubau, Kamis (26/8), mengatakan, kota Baubau menjadi salah satu tempat persinggahan pelaksanaan Sail Indonesia menjadi suatu kehormatan yang luar biasa, karena Baubau dapat memperkenalkan potensi Wisata yang dimiliki.

"Selama beberapa hari para peserta Sail Indoenesia berada di Baubau, mereka telah banyak mengenal sejumlah tempat wisata yang kami punya, serta bagaimana mengenal secara dekat kehidupan masyarakat Baubau" katanya.

Dirinya menambahkan, saat ini dunia belum terlalu mengenal Baubau sebagai daerah tujuan wisata, tetapi dengan kehadiran tim Sail Indonesa, BauBau akan lebih dikenal di dunia.

"Kami harapkan ada timbal balik dari pelaksanaan Sail Indonesia yang berlangsung selama beberapa hari, setidaknya sekembalinya mereka di negaranya masing-masing dapat menceritakan dan mengajak warga di tempat mereka untuk datang berkunjung ke Baubau," tambahnya.

Amirul mengatakan, kota Baubau dihuni oleh berbagai keragaman etnis, agama, yang hidup rukun, itu dikarenakan masyarakat Baubau cinta akan kedamaian, dan persahabatan. "Itulah yang kami ingin suguhkan kepada siapa saja yang datang ke Baubau termasuk para tim sail Indonesia," katanya.

Sementara itu, di tengah acara pelepasan Peserta Sail Indonesia Salah Seorang peserta, Warga kebangsaan Perancis Michele mengungkapkan, mereka sangat terkesan selama berada di Baubau. Kesan tersebut hadir dari cara pemerintah dan masyarakat Baubau memberikan sambutan untuk mereka.

"Saya memberikan apresiasi dengan apa yang disuguhkan kepada kami, ini semua akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan," katanya.

Michele menambahkan, mereka telah mengunjungi berbagai tempat seperti Australia, Banda, Wangi-Wangi, dan Baubau. Mereka sangat terkesan dengan keunikan tiap daerah dan ini merupakan umpan bagi wisata kedepan.

"Saat pertama kali melempar jangkar di pelabuhan Baubau, masyarakat sudah memberikan kesan yang ramah," tambahnya.

Michele mengatakan, Baubau juga memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik dan unik untuk dikunjungi, dan ini merupakan peluang untuk mengembangkan pariwisata Baubau.

"Di Baubau tidak ada gunung berapi, tidak ada demonstrasi, olehnya sangat cocok untuk menjadi daerah tujuan sail indonesia ditahun-tahun mendatang," katanya.

Sebelumnya, Sail Banda 2010 di Maluku dianggap  Sail Kemanusiaan, karena dalam moment internasional ini banyak sekali bantuan-bantuan kemanusian yang mengalir ke Maluku, seperti banyaknya pelayanan kesehatan gratis serta hadirnya kapal-kapal rumah sakit dalam maupun luar negeri dalam jumlah besar untuk tujuan misi kemanusiaan,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad kepada wartawan di Ambon beberapa waktu lalu.

“Sail Banda kali ini sangat berbeda dengan Sail-Sail yang pernah dilaksanakan di tempat lain. Sail Banda ini sangat menonjolkan sisi kemanusiaan. Baru kali ini kapal-kapal rumah sakit dari dalam dan  luar negeri hadir sebanyak ini. Padahal pada event serupa yang pernah dilaksanakan di Indonesia tidak pernah terlihat kepal-kapal yang melakukan misi kemanusiaan tidak sebanyak ini,” jelas Fadel (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita