Jumat, 25 Mei 2012
Walikota Letakan Batu Pertama SMK Pertanian
Jumat, 27 Agustus 2010 05:58
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/8 (SIGAP) - Wali Kota Baubau, Mz Amirul Tamim, meletakkan batu pertama pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian dan Kehutanan di Kelurahan Gonda Baru Kecamatan Sorawaolio.

Wali Kota Baubau, MZ Amirul Tamim di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/8), mengatakan, pembangunan SMK Pertanian dan Kehutanan ini merupakan langkah maju dalam pengembangan pendidikan di Kota Baubau.

"Pemkot Baubau melihat orientasi dan dominasi masyarakat seperti wilayah kecamatan Sorawolio dan Bungi yang berbasis pada bidang pertanian dan kehutanan, oleh karena itu, kami bangun SMK tersebut," katanya.

Dirinya menambahkan, pembangunan SMK Pertanian dan Kehutanan itu di atas lahan seluas dua hektar, dengan anggaran pembangunan sekitar Rp3,9 miliar.

"Lahan untuk pembangunan SMK tersebut sudah dibebaskan kepemilikannya, sehingga ke depannya tidak akan ada masalah mengenai kepemilikan tanah tersebut," ujarnya.

Amirul mengatakan, untuk tahap awal pembangunan SMK Pertanian dan Kehutanan tersebut telah disiapkan anggaran sebesar Rp700 juta dengan bantuan dari APBN tahun 2010, untuk pembangunan ruangan kelas dan Laboratorium Pembibitan.

"Pendirian SMK ini disesuaikan dengan karateristik wilayahnya, yakni wilayah penyangga pangan untuk Kota Baubau. Sekolah tersebut berada di tengah kawasan perkebunan agar siswa langsung mempraktekan ilmu yang diperoleh," ujarnya.

Pemerintah Kota Baubau berharap dengan adanya sekolah tersebut akan lahir ahli-ahli pertanian atau dapat menciptakan petani yang memiliki ilmu pertanian, serta bisa merubah pola pikir masyarakat bahwa bertani dengan pengetahuan akan memberikan hasil yang baik dan berdaya saing di pasaran.

Di Kudus Jawa Tengah, SMK PGRI 1 Mejobo kudus dengan mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain dari pemerintah lewat Pemerintah provinsi Jawa Tengah yang telah ditetapkan sebagai PROVINSI VOKASI yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan peran SMK sebagai penggerak utama (Prime Mover) untuk memberikan kontribusi terhadap upaya pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan.

Seperti dalam situs SMK PGRI kudus, salah satu peran tersebut adalah menjadikan SMK Sebagai pusat Produksi dan Pemasaran (Product and Marketing Center) yang dalam programnya adalahpenegmbangan SMK sebagai Business Center yang bertujuan untuk memandirikan SMK dan pengembangan Potensi kewirausahaan Business Center SMK PGRI 1 Mejobo Kudus diharapkan menjadi sarana berwirausaha bagi seluruh warga sekolah, baik siswa, guru dan tenaga kependidikan serta alumni, dengan adanya Business Center akan tercipta jaringan bisnis yang kuat dan handal dan berdaya saing di masyarakat.

Dengan terbangunnya jaringan bisnis yang kuat dan berdaya saing yang melibatkan semua komponen, khusunya para siswa dan alumni akan ikut berperan mengurangi angka pengangguran yang berdampak juga mengurangi kemiskinan. Karena kemiskinan terjadi karena adanya pengangguran, pengangguran terjadi karena tidak ada pekerjaan. Dengan adanya Business Center SMK PGRI 1 Menjobo Kudus yang membuka peluang berwirausaha akan menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga siswa dan alumni dapat berusaha untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Disamping bertujuan ekonomis untuk menjadi sarana berusaha untuk mendaptkan dan meningkatkan profit, keberadaan Business center SMK PGRI 1 Mejobo Kudus berfungsi ganda, yakni sebagai sarana praktikum riil kepada para siswa yang masih belajar, dengan mengaplikasikan konsep-konsep bisnis yang ada dan bahkan diharapkan terjadi inovasi-inovasi konsep bisnis baru yang mempunyai daya saing. Dengan memadukan semua program keahlian yang ada di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus diprogramkan Business Center akan berkembang menjadi Pusat Bisnis di Kudus dan akan menjadikan SMK PGRI 1 Mejobo Kudus menjadi Sekolah Bisnis modern berbasis Tehnologi Informasi yang tangguh. (laporan w prasetya/ant)

 

Arsip Berita