Jumat, 25 Mei 2012
Bank Jabar Targetkan Penyaluran KUR Rp 1 Triliun
Jumat, 27 Agustus 2010 04:34
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/8 (SIGAP) - Bank Jabar Banten menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1 triliun pada 2010, dari total target penyaluran kredit bank itu senilai Rp25 triliun.

Direktur Utama Bank Jabar Banten, H Agus Ruswendi di sela-sela pembukaan Bazar Ramadhan BJB di Bandung, Jumat (27/8) mengatakan, target penyaluran KUR tahun 2010 ini ditingkatkan dari Rp600 juta menjadi Rp1 triliun. Posisi per Juli penyaluran KUR oleh BJB telah mencapai Rp226,6 miliar.

Sementara itu penyaluran kredit mikro utama Bank Jabar Banten (BJB) hingga Juli 2010 mencapai Rp1,034 triliun yang disalurkan kepada 41.243 debitur.

"Penyaluran kredit mikro utama merupakan salah satu fokus BJB, hingga Juli 2010 telah mencapai Rp1,034 triliun." kata Agus.

Dijelaskan Agus, target penyaluran kredit mikro utama sendiri pada 2010 ini sebesar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun. Sedangkan di akhir 2010 ditargetkan penyaluran kredit Bank Jabar Banten senilai Rp25 triliun.

Menurut Agus, sesuai dengan amanat pemegang saham dan tertera dalam rencana bisnis perseroan maupun tujuan dilakukannya IPO, BJB memfokuskan kebijakan pada penyaluran kredit usaha mikro, kecil dan menengah serta koperasi dalam rangka memajukan perekonomian daerah.

Meski demikian, kata Agus, penyaluran kredit di wilayah Jabar dan Banten oleh perseroan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Beberapa SKIM kredit bagi KUMKM antara lain Kredit Mikro Utama, Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta skim-skim kredit program.

Selain itu pihaknya juga melakukan perluasan jaringan kantor untuk mendekatkan pelayanan perbankan kepada UMKM di berbagai daerah.

"Strategi itu dilakukan untuk mendukung kebijakan pro UMKM," katanya.

Sementara itu penyebarluasan informasi produk sebagai salah satu solusi dalam mengatasi kendala "asymetric information" yang selama ini menjadi kendalah bagi UMKM dalam mengakses sumber permodalan di perbankan telah diupayakan melalui pendirian Sentra UMKM.

"Saat ini ada 6 sentra UMKM antara lain di Bandung, Banten, Priangan Timur, Cirebon serta di wilayah Bogor serta untuk kawasan Purwakarta, Subang, Karawang dan Bekasi," kata Agus Ruswendi.

Berdasarkan catatan SIGAP, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan pelayanan kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dalam pelaksanaan penyaluran KUR dilakukan oleh 19 bank pelaksana yang telah di tunjuk pemerintah. Tercatat ada 19 bank menyalurkan KUR, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, Bank BTN, Bank DKI, Bank Nagari, Bank Jabar-Banten, Bank Jateng, BPD DIY, Bank Jatim, Bank NTB, Bank Kalbar, BPD Kalsel, Bank Kalteng, Bank Sulut, Bank Maluku dan Bank Papua.

Pemerintah memberikan jaminan melalui PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo) sebesar Rp2 triliun/tahun. Target KUR tahun 2010 minimal Rp11,11 triliun, maksimal Rp18 triliun.

Diinformasikan untuk KUR sebesar Rp20 juta diberikan tanpa agunan, dengan memenuhi beberapa persyaratan, yaitu memiliki usaha tetap, KTP, KK dan keterangan usaha dari desa atau kelurahan.

Pemerintah menilai UMKM memiliki peranan penting ikut andil berpartisipasi dalam proses pembangunan. Setidaknya terdapat 4 alasan mengapa UMKM menjadi penting untuk dijadikan mitra dalam proses pembangunan, yaitu pertama, UMKM merupakan segmen pelaku usaha yang sangat besar dan tersebar di seluruh wilayah di semua sektor usaha; kedua, UMKM merupakan penyedia kesempatan kerja; ketiga,  Kontribusi UMKM dalam PDB nasional, ekspor dan investasi fisik sangat siginifikan; keempat, UMKM Memberikan pelayanan ekonomi luas. Instrumen pemerataan yang efektif. Sumber pengembangan inovasi dan pesemaian wirausaha baru. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita