Jumat, 25 Mei 2012
Sintang Fokus Pemutusan Mata Rantai Flu Burung
Kamis, 26 Agustus 2010 07:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/8 (SIGAP) - Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Wiryono, mengatakan dalam pencegahan flu burung pihaknya akan fokus pada memutus mata rantai penularan.

"Makanya kami berharap banyak warga yang bisa hadir dalam sosialisasi yang kami lakukan bersama Dinas Kesehatan, karena ini penting agar mata rantai penularan bisa diisolasi secara cepat," katanya di Sintang, Selasa (24/8).

Wiryono Selasa siang bersama staf dan petugas dari Dinas Kesehatan Sintang melaksanakan sosialisasi di wilayah Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang.

Sosialisasi dilaksanakan di SDN 9 Sungai Durian dan dihadiri Lurah Kapuas Kanan Hulu, Jum`anudin, Kepala Puskesmas Sungai Durian dan sejumlah tokoh masyarakat bersama pimpinan RT dan RW dikelurahan setempat.

Sosialisasi yang sama sudah pula dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Puri, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kelurahan Ladang, Desa Baning dan Desa Sungai Ana. Rencananya sosialisasi akan dilanjurkan ke Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian karena daerah tersebut yang berdekatan dengan Kecamatan Sintang yang sudah dinyatakan positif flu burung.

Sosialisasi ini, menurutnya, penting agar masyarakat mengetahui bagaimana penularan virus H5N1 tersebut terhadap unggas. “Kami juga sampaikan bagaimana pencegahan dan pemusnahan unggas yang diduga sudah terkena flu burung?,” katanya.

Wiryono mengatakan, jika masyarakat menemukan ternak unggasnya mati secara tiba-tiba maka ada baiknya langsung dibakar dan bekas pembakaran tersebut dikuburkan.

"Biasakan untuk memelihara ayam dalam kandang sehingga ketika ada penyakit menyebar, maka mata rantai penularannya akan mudah diputus," jelasnya.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak membiasakan membuang ayam yang mati karena sakit ke sungai. "Karena kebiasaan tersebut justru akan memudahkan penyebaran penyakit unggas ke unggas yang lain terutama di hilir sungai," ucapnya.

Kandang ternak juga menurutnya harus rajin dibersihakn dan bila perlu selalu di semprot dengan desinfektan.

"Pakaian yang digunakan untuk ke kandang ayam juga harus dibedakan dengan pakaian lainnya agar penyakit yang ada di kandang tidak sampai ke rumah, biasakan setelah dari kandang untuk mencuci bersih anggota tubuh dengan sabun di air yang mengalir," katanya.

Sementara itu, Lurah Kapuas Kanan Hulu, Jum`anudin sangat berterima kasih atas sosialisasi yang diadakan di kelurahan yang dipimpinnya. "kami akan sossialisasikan ini lagi ke masyarakat luas agar kelurahan ini terhindar dari bahaya flu burung," kata dia.

Seperti diketahui, Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.

Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.

Cara penularan

Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.

Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita