Jumat, 25 Mei 2012
Prospek Budidaya Jamur Tiram Cerah
Kamis, 26 Agustus 2010 07:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/8 (SIGAP) - Prospek budidaya jamur tiram di masa mendatang cukup cerah bersamaan dengan kecenderungan masyarakat yang memilih makanan sehat namun tetap lezat.

Heny Pudjiwati (35), pengusaha jamur tiram, di Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu mengatakan, meski prospeknya cerah, hingga kini belum banyak warga yang berminat budidaya jamur karena mereka menilai usaha ini merepotkan.
"Padahal hasil yang didapatkan menggembirakan. Selama puasa Ramadhan saja banyak pesanan. Saya sampai kewalahan melayaninya karena harga jualnya cukup murah, hanya Rp2.000 per kantong plastik," katanya.

Menurutnya, meski harganya relatif murah, keuntungan yang didapatkan bisa berlipat ganda karena minimal per hari bisa menghasilkan bibit jamur 270 kantong dan tingkat pemasarannya sudah merambah ke luar daerah.

"Saya jadikan usaha dagang dan jamur ini sudah melalui uji klinis tim kesehatan. Banyak pedagang dari Kabupaten Rembang dan Bojonegoro yang memesan bibit jamur tiram, " katanya.

Dikatakannya, jamur tiram selain enak dan gurih dikonsumsi dengan cara pengolahan masak yang beragam. Jamur tiram juga bermanfaat untuk mengendalikan kolesterol, mencegah kanker, dan darah tinggi. "Permintaan meningkat. Jamur tiram ini bisa dibuat pepes, bakso, sup, keripik, oseng-oseng dan satai," katanya.
Menurut Heny, bibit jamur tiram sudah bisa di panen dalam jangka waktu 40 hari dan dalam sebulan bisa menghasilkan 6.750 kantong plastik yang siap jual. "Saya belajar membuat jamur ini dari Yogyakarta. Saya juga mempersilakan warga masayarakat meniru budidaya jamur ini," katanya.
Sementara itu, Camat Ngawen, Haryanto, Rabu mengatakan, pengusaha jamur tiram di Ngawen mampu mengangkat citra kecamatan dalam hal pemberdayaan. Dirinya mengajak masyarakat agar ikut menekuni budi daya jamur tersebut.

Haryanto menambahkan, prospek bisnis jamur tiram di masa mendatang cerah karena semakin banyak masyarakat yang memilih makanan sehat namun tetap lezat, seperti makanan berbahan jamur.

Jamur telah digunakan selama ribuan tahun, baik sebagai makanan maupun obat herbal. Studi-studi menunjukkan bahwa jamur bisa meningkatkan produksi dan aktivitas sel-sel darah putih. Dan hal ini, menurut direktur Institute of Herbal Medicine Douglas  Schar, seperti dilansir Media Indonesia,  sangat baik untuk melawan infeksi.

Manfaat jamur mampu  menurunkan berat badan. Jamur mengandung sekitar 80-90% air dengan kandungan kalori rendah. Selain itu, jamur juga mengandung sangat sedikit sodium dan lemak, dan 8-10 persen dari komponen kering jamur adalah serat.

Jamur kaya dengan kalium, mineral yang membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko stroke.

Selain itu, jamur juga kaya akan riboflamin, niacin, dan selenium. Selenium merupakan antioksidan yang bekerja dengan vitamin E untuk melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Mengurangi risiko kanker prostat. Selain melawan radikal bebas, kandungan selenium dalam jamur juga membantu mencegah kanker prostat.

Jamur kancing mengandung komponen yang berfungsi menghambat aktivitas aromatase (enzim yang terlibat dalam produksi estrogen) dan 5-alpha-reductase (enzim yang berfungsi mengubah testosteron menjadi DHT). Jamur kancing bisa mengurangi risiko kanker payudara dan kanker prostat.

Di China dan Jepang, jamur shiitake telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi demam dan flu. Lentinan, yang diisolasi dari batang jamur shiitake, dinyatakan menstimulasi sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi, dan menunjukkan aktivitas antitumor. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita