Jumat, 25 Mei 2012
Bangun Sektor Pariwisata, Lampung Selatan Membutuhkan Investor
Kamis, 26 Agustus 2010 03:47
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/8 (SIGAP) – Guna mengembangkan sejumlah obyek wisata, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sangat membutuhkan penanam modal atau investor dari dalam maupun luar negeri.

"Kalau hanya mengandalkan anggaran perencanaan belanja daerah (APBD) untuk membangun sektor pariwisata maka tak akan mampu," kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan, Sutono, di Kalianda, Kamis (26/8).

Sutono menjelaskan, potensi investasi pariwisata di Lampung Selatan sangat besar dan terbuka luas bagi para investor yang ingin mananamkan modal. Dan dirinya berharap dengan pola kemitraan, para investor dapat tertarik untuk menanamkan modal yang tentunya dengan memberikan fasilitas kemudahan layanan dari pemerintah.  

"Dengan berkembangnya sektor pariwisata maka pendapatan asli daerah juga akan meningkat," kata Mantan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung ini.

Seperti diketahui, potensi pengembangan sektor pariwisata di Lampung Selatan sangat banyak seperti wisata pemandian air panas Way Belerang, wisata Gunung Anak Krakatau (GAK), Menara Suger, kawasan wisata Merak Belatung, THR Pasir Putih dan sekitarnya.

Ditempat wisata pemandangan di gunung Rajabasa telah direncanakan menjadi wilayah strategis dua dengan pemandangan laut dari ketinggian dan Gunung Anak Krakatau. Karena lokasinya cukup luas, kawasan ini juga  akan direncanakan dibangun lapangan golf.

Pemerintah Lampung Selatan juga akan menata 6 kawasan strategis dalam program pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Menurut Sutono, penataan masih dalam pembahasan dan merupakan upaya penyempurnaan tata ruang untuk membangun daerah sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Sutono menjelaskan, enam kawasan strategis tersebut yakni yang pertama berada di Kecamatan Bakauheni, kedua berada di Kecamatan Rajabasa, ketiga berada di Kecamatan Penengahan.

Kemudian, kawasan strategis keempat berada di Kecamatan Kalianda, kelima berada di Kecamatan Katibung, serta keenam berada di Kecamatan Natar, Jatiagung, dan Tanjungbintang sekitarnya.

Sementara itu berdasarkan catatan SIGAP, perkembangan sektor pariwisata di Lampung dalam beberapa tahun belakang diindikasikan mengalami penurunan.

Hal itu, seperti dikatakan Asisten Sekdaprov Bidang Umum M Abadi, Juni lalu. Menurutnya, kondisi ini disebabkan banyaknya potensi pariwisata dan kebudayaan di Lampung yang belum dioptimalkan sebagai aset serta objek wisata. “Untuk itu diharapkan kerjasama berbagai komponen pariwisata baik pemerintah maupun industri perhotelan, dalam membangun kepariwisataan ke arah yang lebih baik,” jelas M Abadi seperti dikutip laman lampungnews.

Lebih jauh, Abadi mengatakan, Lampung harus secara terus menerus melakukan penataan, penertiban terhadap objek wisata di Lampung sehingga benar-benar memiliki daya tarik yang cukup kuat terhadap wisatawan nusantara maupun mancanegara. Dan untuk itu, kata Abadi, Dinas Kebudayaan dan pariwisata yang harus dikedepankan.

Sektor pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan apresiasi terhadap budaya daerah, menjalani persahabatan antar bangsa maupun individu dan membangun pengertian yang lebih baik dalam dunia global. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita