Jumat, 25 Mei 2012
Wakil Walikota Pagaralam: Perlu Optimalkan Balai Benih Ikan
Rabu, 25 Agustus 2010 05:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/8 (SIGAP) - Wakil Walikota Pagar Alam, Ida Fitriati, Rabu (25/8) mengatakan balai benih ikan (BBI), Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel), yang dibangun pada 2003 di Dusun Tanjung Payang, Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, perlu dioptimalkan.

Menurut Ida, saat ini kondisinya memprihatinkan dan butuh suntikan dana untuk mendukung pengembangan balai benih ikan. Kalau tidak, katanya, proyek Dinas Peternakan dan Perikanan yang sudah menghabiskan dana lebih dari Rp2 miliar itu tak berfungsi.

Seperti diketahui, BBI dibangun di atas lahan sekitar 4,5 hektare dan saat ini masih kurang fasilitas. Dari sekitar 20 kolam yang tersedia, hanya sekitar 5 yang terawat.

Selebihnya, kata Ida, terkesan tak terawat, mendangkal, dipenuhi rumput, ilalang, sebagian lagi malah kering. Bangsal penjualan benih ikan yang dibangun dengan biaya Rp93 juta belum difungsikan.

"Jenis ikan yang dikembangkan di balai ini pun praktis hanya dua macam saja, yaitu ikan mas dan nila gift. Padahal, ada banyak jenis ikan lain yang bisa dikembangkan di Pagaralam seperti gurame, patin, lele, bahkan ikan semah spesies yang konon hanya terdapat di Pagaralam," ungkap Ida.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan drh Syukri mengatakan, sebenarnya cukup banyak masyarakat yang datang ke BBI untuk membeli benih. Namun, karena yang tersedia hanya 2 jenis bibit saja, para calon pembeli itu makin lama makin berkurang, dan sekarang paling hanya sekitar 2-3 orang per hari.

Dikatakan Syukri, BBI juga membutuhkan biaya operasional untuk penggalian, pembersihan dan perawatan kolam, perbaikan saluran air, dan keamanan.

Hingga kini, BBI seluas 4,5 hektare dan letaknya relatif jauh dari pemukiman penduduk tersebut, hanya memiliki 4 pekerja paket dengan honorarium Rp200 ribu per bulan.

"Tenaga itu tentu saja sangat tidak memadai dan belum lagi menghadapi masa-masa paceklik, BBI sering menjadi incaran pencuri," ungkapnya.

Berdasarkan catatan SIGAP, Kota Pagar Alam ditahun 2009 lalu telah menargetkan menjadi pemasok benih-benih ikan berkualitas untuk wilayah Sumsel. Pemkot Pagar Alam melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memiliki BBI yang digunakan untuk mengembangkan benih-benih ikan berkualitas. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ir. Ichsan Azhari ketika itu mengatakan, ikan yang sedang dikembangkan adalah jenis ikan nila, gift, nila gesit, ikan mas dan ikan lele.

Benih ikan yang dihasilkan per triwulan oleh UPR sebanyak 500 ribu ekor benih ikan yang siap dipasarkan. Produksi benih ikan yang dihasilakan UPR masih bisa meningkat lagi,  karena prioritas UPR tidak hanya untuk memasarkan benih ikan ke luar Kota Pagar Alam tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan benih ikan di Kota Pagar Alam.

BBI tidak hanya menyediakan benih ikan saja, tetapi BBI tersebut juga disediakan di pasar benih ikan sehingga masyarakat yang ingin membeli benih ikan berkualitas dapat dilakukan di BBI. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita