Jumat, 25 Mei 2012
Dinkes Pangkalpinang Lakukan Sidak Makanan Khas
Selasa, 24 Agustus 2010 06:10
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/8 (SIGAP) – Guna mengantisipasi makanan yang merugikan kesehatan konsumen, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, akan melakukan inspeksi mendadak terhadap pedagang dan pengusaha makanan khas selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Demikian dikatakan Kasi Kesehatan Lingkungan pada Dinkes Kota Pangkalpinang Ester J. Lubis di Pangkalpinang, Selasa (24/8). Dijelaskan Ester, sidak terhadap pedagang dan pengusaha makanan khas dilakukan untuk mencegah beredarnya makanan kadarluwarsa, serta mengandung berbagai bahan berbahaya seperti formalin, boraks, siklamat, methanil yellow, rodhamin B, atau pewarna tekstil.

"Kita belum pastikan jadwalnya, namun akan melakukan terhadap pengusaha makanan khas seperti terasi, getas, keretek, kricu, kerupuk, kemplang, terasi, rusip, sambel lingkung, abon, gorengan siput gonggong, wak wak, otak-otak, empek-empek, ampiang dan lain sebagainya," ujarnya.

Dijelaskan Ester, Dinkes bersama tim BPOM Babel akan mengawasi ketat makanan yang tidak layak dikosumsi dan membahayakan kesehatan seiring meningkatnya permintaan makanan khas menjelang Idul Fitri.

Ester memprediksi permintaan makanan khas akan mengalami peningkatan hingga lebaran Idul Fitri. Pasalnya, makanan kuliner tersebut tidak saja untuk dikosumsi tetapi juga dijadikan oleh-oleh warga perantau yang pulang kampung.

Dirinya menjelaskan, apabila ditemukan makanan yang dilarang dan cara pengolahan yang tidak memenuhi standar kesehatan dalam sidak nanti, maka makanan tersebut akan ditertibkan.

Terkait hal itu, dirinya berharap para konsumen tidak lengah dan memperhatikan kondisi barang-barang yang dikemas.

"Kami meminta masyarakat selalu memperhatikan makanan sebelum membeli dan mengonsumsinya. Jangan sampai bahan makanan itu bermasalah," katanya.

Ditambahkan Ester, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sering ditemui banyak makanan dalam kemasan yang sudah lewat masa kedaluwarsanya. Bahkan menurut Ester, kebanyakan makanan tersebut merupakan barang hasil cuci gudang atau stok lama yang tersimpan di banyak supermarket dan swalayan.

Berdasarkan pantauan SIGAP, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Selasa (24/8) melakukan sidak ke sejumlah tempat perbelanjaan di kota Surabaya. Diinformasikan dalam sidak itu tidak menemukan satupun makanan dan minuman yang kedaluwarsa.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Surabaya Endang Tjaturwati di sela-sela kunjungan pertamanya di Pasar Tambahrejo, Jalan Tambakrejo mengatakan, karena tidak menemukan adanya barang kadaluwarsa maka diimbau kepada masyarakat tidak perlu risau dengan barang-barang makanan dan minuman menjelang Lebaran.

Dikatakan Endang, sidak tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran produk kadaluwarsa khususnya parsel dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam sidak di pasar ini, Kepala Disperindag, Endang Tjahturahwati di dampingi Asisten II Sekkota Surabaya, Muklas Udin dan sejumlah pejabat pemkot lainnya, berkeliling pasar dan melihat langsung harga serta kualitas barang yang dijual. (laporan rusman/ant)



 

Arsip Berita