Jumat, 25 Mei 2012
PMI Cilegon Galang Dana Untuk Fakir Miskin
Selasa, 24 Agustus 2010 02:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/8 (SIGAP) - Palang Merah Indonesia Kota Cilegon melakukan aksi bhakti sosial dengan mengumpulkan dana untuk buka puasa bersama ratusan anak jalanan dan anak yatim.  Direncanakan akan dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut.

"Baksos hari ini, baru pertama kali. Lumayan, walaupun kita kepanasan, dana yang sudah terkumpul lebih dari Rp300 ribu," kata anggota MPI Cilegon yang juga siswi SMA Al-Islah, Fatma, saat ditemui di pelataran Masjid Agung Nurul Ikhlas, Senin (23/8).

Dirinya menjelaskan, bhakti sosial (Baksos) yang dilakukan sampai hari Minggu itu, nantinya dana tersebut akan dikumpulkan menjadi satu dan akan digunakan untuk membeli makanan dan minuman buka puasa.

"Kami belum punya data pastinya, berapa nanti yang akan kami ajak untuk buka puasa bersama. Yang pasti jumlahnya ratusan. Karena kalau saya lihat banyak sekali fakir miskin disini," jelasnya.

Namun yang jelas, kata Fatma, agenda buka puasa bersama dengan kaum fakir miskin, diselenggarakan sampai menjelang Idul Fitri 1431.

"Doain dana yang kami kumpulkan dari saudara-saudara kita hasilnya banyak," harap Fatma yang diamini oleh rekan-rekan sesama PMI.

Sementara itu, salah satu warga yang memberikan bantuannya kepada PMI Kota Cilegon usai berbuka puasa di Masjid agung, mengaku bangga dengan kegiatan pelajar di Cilegon.

"Anak sekolah sekarang sungguh luar biasa, selain kreatif, kepekaan terhadap lingkungan sekitar, khususnya warga kurang mampu sangat tinggi," kata Mahmudi, warga Jombang Wetan, Cilegon.

Seharusnya, kata Mahmudi, hal serupa juga dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Kota Cilegon, dengan memberikan perhatian kepada masyarakat kurang mampu.

"Saya sih berharap kegiatan ini diikuti oleh lembaga swadaya masyarakat dan organisasi lainnya. Jangan hanya ramai disaat moment pemilihan kepala daerah dan legisltaif saja," kata Mahmudi sedikit mengkritik organisasi di kota Cilegon.

Pantauan ANTARA, Baksos yang dilakukan oleh puluhan pelajar tingkat SMA ini dilakukan dijalan protokol, persis di rumah dinas Wali Kota Cilegon, dan diseputar Masjid Agung Nurul Ikhlas.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Jakarta, kepada RRI 3, mengatakan menanggulangi berbagai permasalahan sangat diperlukan rasa Kesetiakawanan sosial yang mendalam. Sebab dengan kesetiakawanan sosial yang  mengandung aspek-aspek solidaritas, tenggang rasa, empati.

Mensos mengatakan,  nilai kesetiakawanan sosial tercermin dari sikap mental yang dimiliki seseorang atau suatu komunitas, peka terhadap lingkungan sosialnya sehingga mendorong untuk peduli melakukan perbuatan bagi kepentingan lingkungan sosialnya tersebut. Selain itu Esensi kesetiakawanan sosial adalah memberikan yang terbaik bagi orang lain.

Tak terkecuali bagi organisasi, lembaga publik, sosial, ekonomi, pendidikan maupun dunia usaha yang dalam gerak kegiatannya membutuhkan dukungan dari masyarakat, maupun penanganan anak-anak terlantar yang merupakan salah satu program pemerintah untuk meniadakan anak-anak hidup di jalanan dalam mencari nafkah. Untuk itu menurut Salim Segaf Al Jufri membentuk rasa kesetiakawanan perlu memanfaatkan system yang sudah ada.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita