Jumat, 25 Mei 2012
Saham Sektor Pertambangan Teraktif Diperdagangkan
Selasa, 24 Agustus 2010 02:25
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/8 (SIGAP) - Data harian emiten perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/8) saham sektor pertambangan teraktif diperdagangkan.

Pada hari ini, sektor pertambangan naik 38,680 poin ke posisi 2.360,61, sementara volume perdagangan saham sektor pertambangan mencapai 2,330 miliar dari 38.955 kali transaksi.

Saham sektor pertambangan, yakni PT Perdanan Karya Perkasa Tbk (PKPK), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), dan PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK).

Sementara itu, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) menempati posisi teratas dari 10 saham teraktif yang diperdagangkan dengan frekuensi transaksi sebanyak 17.467 kali dengan volume perdagangan 109,37 juta lembar saham senilai Rp38,686 miliar.

Sementara saham di BEI tercatat saham aktif lainnya yakni, PT Bakrie brothers Tbk (BNBR), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID).

Tercatat saham teraktif yang menguat, LMPI naik Rp75 ke Rp385, PKPK naik Rp5 ke Rp210, BUMI naik Rp180 ke Rp1.680, BNBR naik Rp1 ke Rp51, ENRG naik Rp5 ke Rp94, ELTY naik Rp6 ke Rp109, DOID naik Rp60 ke Rp830, KARK naik Rp13 ke Rp109.

Saham yang melemah, GREN turun Rp5 ke Rp275. Dan, saham BRAU tidak bergerak harganya di posisi Rp455.

Pada perdagangan awal pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 11,014 poin (0,35 persen) ke posisi 3.128,734. Volume perdagangan saham di BEI mencapai Rp5,884 miliar dengan nilai Rp2,921 triliun dari 128.559 kali transaksi.

Pengamat pasar modal seperti kepada bataviase, Alfatih  memprediksi , selama 2010 emiten pertambangan batu bara masih memimpin pertumbuhan laba bersih dibandingkan emiten pertambangan logam. "Untuk emiten tambang logam, tetap mengalami kenaikan, namun di sisi penjualannya saja," ujar Alfatih.

Alfatih menjelaskan, peningkatan saham di sektor pertambangan sangat dipengaruhi faktor pertumbuhan ekonomi global yang berdampak pada harga komoditas. Aksi korporasi yang bersifat ekspansi usaha seperti akuisisi, menurutnya, juga memiliki dampak positif pada kinerja perusahaan sektor pertambangan.

Senada dengan Alfatih, pengamat pasar modal Aji Martono mengatakan, sektor pertambangan masih menjadi pilihan yang menarik pada 2010. Permintaan pasar terhadap produk pertambangan masih cukup tinggi dan akan menopang pertumbuhan indeks saham di 2010.

Menurut Aji, saham pertambangan di sektor batu bara sangat menarik, lantaran harga minyak yang diprediksi dapat mencapai 85-100 dolar AS per barel. Itu karena komoditas batu bara biasanya menjadi second product dari harga minyak sehingga tren harganya juga mengikuti harga minyak. Aji menjelaskan, tingginya permintaan akan mendorong investor memburu saham-saham di sektor pertambangan.

"Sektor pertambangan menjadi saham favorit investor jangka panjang karena proyeksi yang cukup baik ke depan. Begitu pula pelaku pasar yang melakukan perdagangan harian," ujarnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita