Jumat, 25 Mei 2012
Bekasi: 76,68% PUS Ikut KB
Senin, 23 Agustus 2010 02:34
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/8 (SIGAP) - Jumlah pasangan usia subur (PUS) di Kota Bekasi, Jawa Barat, yang ikut program Keluarga Berencana sebanyak 76,69% dari 433.924 PUS.

"Jumlah pasangan menikah ikut KB dari waktu ke waktu makin meningkat," kata Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota Bekasi, Herwati, Minggu (22/8).

Herwati  mengatakan, peningkatan PUS ikut KB tersebut terkait dengan kesadaran mereka untuk lebih mementingkan kualitas anak ketimbang kuantitas.

"Kami terus menyosialisasikan agar pasangan muda usia ikut progrma KB dan menunda kelahiran anak mereka hingga betul-betul siap," ujarnya.

Masyarakat tetap berminat mengikuti program Keluarga Berencana (KB), menurut Herwati, kemungkinan makin beratnya tanggung jawab untuk memberikan pendidikan dan kehidupan layak bagi anak-anak mereka.

Disebutkan, peserta KB di Kota Bekasi terbanyak menggunakan pil, yaitu 85.444 pasangan, diikuti IUD 73.607 pasangan.

Dikatakan, program KB di daerah itu merupakan yang tertinggi peran serta pasangan usia subur (PUS) se-Jawa Barat dan terbaik pengelolaannya.

Kepala Bidang KB BKBPP Kota Bekasi Rindon menyatakan jumlah pria yang mengikuti program KB baru sebanyak 12.436 pria, atau jauh di bawah kaum perempuan yang mencapai 320.964 orang.

Dari jumlah PUS di Kota Bekasi pada 2010 ini tercatat 433.924 pasangan, sebanyak 105.524 pasangan di antaranya belum mengikuti program KB.

"Hingga Juli 2010, dari 333.400 PUS tercatat 12.436 pria menjadi peserta program KB dengan menggunakan KB jenis medis operasi pria sebanyak 3.802 pria dan 8.634 pria menggunakan kondom sebagai alat KB," ujarnya.

Rindon menjamin kondom tersebut benar-benar untuk alat KB, bukan untuk melakukan hubungan intim dengan non-pasangan di luar nikah.

Dirinya mengatakan banyaknya kaum pria yang menggunakan kondom karena alat KB ini sangat efesien dan tidak membutuhkan biaya mahal.

Kantor BKBPP mencatat sejak Januari hingga Juli ini dengan jumlah peserta KB kondom 8.634 orang, pemakaian kondom setiap bulan mencapai 1.439 dus.

Terkait dengan itu, Kepala BKKBN, Sugiri Syarief mengatakan, RPJMN 2010-2014 merupakan tahapan ke-2 dari RPJPN tahun 2005-2025 yang ditujukan untuk lebih memantapkan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang melibatkan berbagai bidang pembangunan termasuk pembangunan kependudukan dan keluarga berencana, pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita