Jumat, 25 Mei 2012
Yogyakarta: Sesar Baru Diduga Pemicu Gempa
Minggu, 22 Agustus 2010 11:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/8 (SIGAP) - Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Budi Waluyo di Yogyakarta, Minggu (22/8) mengatakan, sesar atau patahan purba yang masih baru di 27 kilometer timur Sesar Opak di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga sebagai pemicu gempa bumi 5,0 skala Richter yang terjadi Sabtu (21/8).

Dijelaskan Budi, pusat gempa pada 27 Mei 2006 sebenarnya tidak persis di Sesar Opak, tetapi ke timur lagi sejauh 20 kilometer. "Sedangkan gempa yang terjadi Sabtu malam kemarin, pusatnya berada di sebelah timur lagi sekitar tujuh kilometer dari pusat gempa 27 Mei 2006," katanya.

Budi mengatakan penunjaman lempeng samudra yaitu Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia menyebabkan sesar baru di kawasan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, itu aktif sehingga terjadi gempa pada Sabtu malam tersebut.

Dijelaskan Budi, sesar itu berada di kedalaman 10 kilometer di bawah lapisan batuan bumi, sedangkan di atas lapisan batuan merupakan lapisan kapur yang labil sehingga rentan guncangan. Karena itu menurutnya, saat terjadi gempa dengan kekuatan cukup besar, biasanya menimbulkan kerusakan pada bangunan yang berada di atas lapisan kapur.

Budi mengatakan sesar baru tersebut merupakan salah satu sesar minor. Jumlah sesar minor cukup banyak dan merupakan cabang sesar besar atau sesar utama. Sesar minor ada yang membujur dari barat ke timur, maupun dari selatan ke utara.

Sesar Opak membujur dari Pundong, Kabupaten Bantul, ke arah timur laut sejauh 40 kilometer sampai Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Seperti yang diberitakan SIGAP, gempa bumi tektonik berkekuatan 5,0 skala Richter mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, Sabtu (21/8) pukul 18:41 WIB.

Pusat gempa berada di darat yaitu di 15 kilometer tenggara Kabupaten Bantul dengan kedalaman 10 kilometer, atau pada posisi 8,03 lintang selatan (LS) - 110,39 bujur timur (BT). (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita