Jumat, 25 Mei 2012
Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan Gelar Bursa Ikan
Minggu, 22 Agustus 2010 06:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/8 (SIGAP) - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan Ir Nyoman Wirna Aryawangsa di Tabanan, Minggu (22/8) mengatakan dinasnya akn menggelar kegiatan bursa ikan sebagai upaya membantu petani ikan dalam memasarkan hasil produksi.

Ditambahkan Aryawangsa, bursa ikan itu dilakukan atas kerja sama Balai Benih Ikan (BBI) Pesiapan serta KPN Ikan Mas dan pembudidayaan ikan di Tabanan.

Dijelaskan Aryawangsa, lewat kegiatan bursa ikan selama 2009 mampu memasarkan 10.665 kilogram senilai Rp191,7 juta. Kegiatan tersebut kini lebih diintensifkan, dengan harapan produksi petani ikan seluruhnya dapat dipasarkan.

"Kami memiliki puluhan kolam untuk menampung produksi petani ikan yang siap dipasarkan," ujar Aryawangsa yang mengaku kini memiliki stok 4 ton berbagai jenis ikan air tawar.

Para pedagang makanan di wilayah Kabupaten Tabanan yang sebelumnya mendatangkan ikan dari luar Bali, kini dapat terpenuhi dari produksi lokal.

Dirinya mengharapkan para pedagang makanan di kota Denpasar, Kabupaten Badung dan daerah lainnya di Bali memanfaatkan produksi petani ikan di Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Nuriatha menyambut baik terobosan yang dilakukan Dinas Perikanan Tabanan dalam memacu meningkatkan produksi perikanan air tawar.

"Jika kabupaten/kota lainnya di Bali meniru pola yang telah diterapkan Kabupaten Tabanan, ke depan Bali akan mampu memenuhi kebutuhan ikan dari produk lokal," ujarnya.

Bali selama ini setiap tahunnya masih mendatangkan 15.000 ton berbagai jenis ikan untuk memenuhi konsumsi masyarakat setempat serta wisatawaman dalam dan luar negeri dalam menikmati liburan di Pulau Dewata.

Bali masih memiliki ketergantungan dari produksi daerah lain terutama provinsi tetangga Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam setahun terakhir ketergantungan dari luar Bali itu berkurang 2.000 ton berkat upaya pengembangan perikanan air tawar antara lain lele, karper dan nila.

Produksi perikanan di Bali selama 2009 tercatat 102.000 ton, 35.000 ton diantaranya untuk ekspor yang mampu menghasilkan devisa sebesar 127 juta dolar AS.

Sedangkan sisanya 67.000 ton untuk bahan baku industri pengalengan ikan dan konsumsi masyarakat setempat. Kondisi itu meningkat 2.000 ton dibanding tahun sebelumnya yang hanya 100.000 ton.

Produksi tersebut dalam 2010 diharapkan meningkat sedikitnya menjadi 111.778 ton, sehingga ketergantungan Bali pada produksi daerah lain semakin berkurang, ujar Gusti Nuriatha.

Berdasarkan pantauan SIGAP, secara umum provinsi Bali masih mendatangkan berbagai jenis ikan sebanyak 15.000 ton per tahun dari sejumlah daerah di Indonesia untuk memenuhi konsumsi masyarakat setempat serta wisatawan dalam dan luar negeri dalam menikmati liburan.

Bali masih kekurangan ikan air tawar terutama lele, karper dan nila yang setiap harinya mencapai 2 hingga 3 ton.

Dalam setahun terakhir ketergantungan dari luar Bali itu berkurang 2.000 ton berkat upaya pengembangan perikanan air tawar antara lain lele, karper dan nila.

Diharapkan dengan adanya pengembangan ikan air tawar secara lebih intensif dalam dua tiga tahun mendatang diharapkan Bali bisa mencapai swasembada, yakni mampu memenuhi kebutuhan ikan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan selama menikmati liburan di Bali.

Sasaran itu optimis bisa tercapai, mengingat Bali memiliki potensi yang sangat besar, yang meliputi budidaya ikan 9.224 ton dan budidaya rumpur laut 149.990 ton.

Bahkan Bali dalam lima tahun ke depan diharapkan mampu meningkatkan produksi sebesar 353 persen. Oleh sebab itu, pusat-pusat mengembangan perikanan air tawar maupun penangkapan budidaya kini mendapat perhatian yang serius. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita