Jumat, 25 Mei 2012
Klaten: Warga Berhamburan Keluar Rumah Akibat Gempa
Minggu, 22 Agustus 2010 04:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/8 (SIGAP) - Gempa yang melanda Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu malam, getarannya terasa hingga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sehingga membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Meskipun getaran gempa berkekuatan 5,0 skala Richter itu tidak sekuat gempa yang terjadi 4  tahun lalu, begitu terasa muncul guncangan, warga langsung keluar rumah menyelamatkan diri.

Sebagian warga menabuh kentongan tanda bahaya gempa terjadi. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, diperoleh laporan tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut.

"Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di Kabupaten Klaten akibat gempa tadi petang," kata Kepala Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat Klaten, Sri Winoto, Sabtu (21/8).

Dirinya menyebutkan hampir seluruh wilayah di Klaten merasakan getaran gempa berkekuatan 5,0 SR tersebut.

"Karena pernah mengalami musibah serupa, warga pun panik luar biasa," kata Sri Winoto.

Dirinya mengatakan, titik-titik evakuasi yang telah disiapkan namun tidak dimanfaatkan karena tidak ada korban jiwa maupun kerusakan struktural akibat gempa.

Gempa berkekuatan 5,0 SR melanda Bantul pada Sabtu pukul 18.41.38 WIB.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Budi Waluyo mengatakan gempa tersebut bersumber dari patahan atau sesar di bawah perbukitan kapur di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Pusat gempa di kedalaman 10 kilometer di darat, tidak di laut, sehingga tidak menimbulkan atau berpotensi tsunami," katanya.

Budi mengatakan gempa yang memiliki intensitas mencapai III-V Mercalli Modifty Intensity (MMI) ini, getarannya juga akan dirasakan pada wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa seperti Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sementara itu, pantauan SIGAP berdasarkan catatan BMKG Yogjakarta, gempa susulan terjadi 2 kali setelah gempa pertama, yaitu pukul 19.04 WIB dan pukul 19.05 WIB. Namun, gempa susulan itu kekuatannya hanya 2,8 SR dan 2,6 SR dengan pusat gempa di 12,5 kilometer dan 9,14 kilometer Tenggara Bantul, dengan kedalaman yang sama yaitu 10 kilometer di darat.

Kabupaten Klaten yang berbatasan langsung dengan DI Yogyakarta merupakan salah satu kawasan yang merasakan getaran gempa.

Pada 2006 lalu, Klaten dan DIY diguncang gempa bumi berkekuatan 5,9 SR yang hingga kini masih menimbulkan trauma mendalam dari warga Klaten dan sekitarnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita