Jumat, 25 Mei 2012
Ujungkulon 4,9 SR, Sinabang 5,8 SR: Pola Sumatera-Jawa
Sabtu, 21 Agustus 2010 07:55
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/8, (SIGAP).  Setelah 12 jam, gempa di Ujungkulon - Samudera Hindia, pukul 21.12 WIB, 20 Agustus 2010, gempa bergerak merambat kearah Utara, menuju Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Tepatnya pukul 12.42 WIB, tanggal 21 Agustus 2010, gempa berkekuatan 5,8 SR itu terjadi pada 44 km di Tenggara Sinabang dengan kedalaman 37 km. Epicentrum gempa berada dilaut, tepatnya pada 2,23 Lintang Selatan 96,80 Bujur Timur atau 214 km dari Binjai, 139 km dari Gunung Sitoli.

Sebelumnya, dalam tempo 16 jam, Jumat, 20 Agustus 2010, Pukul 21.12 WIB Kawasan Selatan Ujungkulon, Samudera Hindia terkena rambatan gempa dari di Kepulauan Andaman – Nicobar yang terjadi pada dini hari (pukul 05.19 WIB).

Kekuatan rambatan gempa Andaman- Nicobar yang terjadi di Ujungkulon, Samudera Hindia, sama, yakni berkekuatan 4,9 SR. Hanya berbeda pada kedalamannya. Andaman-Nicobar pada kedalaman laut 35 km, sementara Ujungkulon lebih dalam, yakni 60 km.

Lantas, rambatan gempa Ujungkulon - Samudera Hindia ini bergeser kearah Utara, Sinabang - NAD dengan kekuatan yang lebih besar, 5,8 SR. Sementara kedalamannya mengecil, yakni 44 km.

UNTUK Kawasan Timur Indonesia, akibat terjadinya dua kali gempa di kawasan Papua New Guinea, masing-masing berkekuatan 6,4 SR  dan 4,8 SR pada 21 Agustus 2010, perlu diwaspadai  rambatan gempa ini akan sampai di kawasan Sulawesi, Maluku, Papua, Sumba, Flores, Nusa Tenggara dalam tempo satu hingga tiga hari kedepan. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita