Jumat, 25 Mei 2012
Dompu: Beban Pemakaian Listrik Bertambah 20%
Sabtu, 21 Agustus 2010 04:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,  21/8 (SIGAP) - Pejabat unit pelayanan jaringan PLN Ranting Dompu, Nusa Tenggara Barat mengatakan, beban pemakaian listrik oleh para pelanggan selama bulan Ramadhan bertambah 20% dibandingkan sebelum puasa.

"Akibat kenaikan beban tersebut, muncul gangguan di wilayah tertentu sehingga aliran listrik tiba-tiba padam," kata Burhanuddin, pejabat PLN Ranting Dompu ketika dihubungi Jumat (20/8).

Dirinya mengatakan, pada jam tertentu, pemakaian listrik mencapai beban puncak bahkan melebihi kemampuan pembangkit listrik di Dompu, sehingga muncul gangguan.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamannya pelanggan. PLN akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Menurut Burhanuddin pemadaman listrik yang mendadak bukan ada unsur kesengajaan, tetapi terkait jaringan lsitrik di Kabupaten Dompu yang menggunakan jalur interkoneksi.

"Listrik di daerah ini disuplai oleh tiga pembangkit, yakni Sape, Raba dan Dompu. Kalau mati mendadak karena ada gangguan pada jaringan listrik di jalur hutan antara Bima - Dompu," katanya.

Dirinya mengatakan sering jalur listrik di beberapa wilayah terganggu hewan seperti kelelawar, burung dan ranting pohon yng jatuh. Ini juga akan menimbulkan gangguan.

"Kami berharap masyarakat sabar, mudah-mudahan proyek di Bonto Kota Bima cepat selesai sehingga kendala seperti itu bisa diatasi," katanya.

PLN juga mengimbau pelanggan tetap menghemat pemakaian listrik untuk menghindari bertambahnya beban yang bisa menyebabkan padam secara mendadak di lokasi tertentu.

"Misalnya dengan cara tidak membiarkan lampu penerangan atau televisi menyala sepanjang waktu," katanya.

Dirinya mengingatkan akan lebih baik jika pada malam hari sebagian lampu penerangan di rumah atau alat elektronik dimatikan jika tidak benar-benar penting.

Dalam catatan SIGAP, Proyek PLTU Bonto dikerjakan kontraktor Moka-GMG Consorsium dengan dua konsultan. Untuk bidang design review PT. PLN Engenering dan bidang supervise consultant KSO-Amythas Geogace. Instalasi listrik proyek PLTU Bonto diprediksi menelan biaya 1,3 juta dolar Amerika per MW atau sekitar Rp 13 miliar, sehingga untuk biaya sampai proses finishing diperkirakan menelan anggaran Rp 250 miliar.            

Dengan beroperasinya PLTU Bonto, tarif listrik dapat ditekan. Sebelumnya yang berlaku di Bima Rp 660 per KWH. Jika jaringan PLTU menjalar ke rumah penduduk, maka tarif bisa direduksi sampai Rp 500 per KWH.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita