Jumat, 25 Mei 2012
Populasi Anjing Liar di Bengkulu Masih Tinggi
Sabtu, 21 Agustus 2010 03:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/8 (SIGAP) - Populasi anjing liar di Provinsi Bengkulu masih tinggi, sampai saat ini jumlahnya mencapai sebanyak 125.000 ekor atau 99% dari 135.000 ekor hewan penular rabies yang ada di daerah itu.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Irianto Abdullah di Bengkulu, Jumat (20/8).

Hewan penulur rabies sebanyak itu, tersebar di 10 kabupaten/kota di Bengkulu, di antaranya Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kota Bengkulu, dan Bengkulu Selatan dan beberapa kabupaten lainnya di daerah tersebut.

Dari 10 kabupaten/kota di Bengkulu, populasi anjing liar terbanyak berada di Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan. Karena itu, di kabupaten ini kasus rabies yang terjadi setiap tahun masih tinggi.

Anjing liar di Kabupaten Rejang Lebong, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan kebanyakan milik petani dan sebagian lagi milik masyarakat umum. Anjing petani tidak diberikan perawatan yang baik dan kurang mendapatkan makanan yang cukup, sehingga hewan ini menjadi liar.

Untuk mengatasi anjing liar tersebut, pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu setiap tahun melaksanakan program pemusnahan anjing liar di daerah ini. Ini dilakukan agar jumlah anjing liar di Bengkulu setiap tahun terus berkurang.

Pada tahun 2010 ini, katanya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan akan mengeliminasi sebanyak 2.000 anjing liar yang ada di 10 kabupaten/kota di Bengkulu. Dari jumlah itu, sebanyak 1.000 ekor akan dimusnahkan sendiri oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu.

Sedangkan 1.000 ekor lagi akan dimusnahkan oleh 10 kabupaten/kota di Bengkulu atau masing-masing kabupaten melakukan pemusnahan sebanyak 100 ekor anjing liar.

Selain itu, pihaknya juga akan membagikan vaksi rabies kepada masyarakat sebanyak 20.000 dosis. "Kita harapkan dari kedua upaya ini, jumlah anjing liar di Bengkulu terus berkurang, sehingga target 2015 Bengkulu bebas rabies dapat direalisasikan dengan baik," ujarnya.

Seperti dalam situs wikipedia, rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies.  Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.  Rabies disebut juga penyakit anjing gila. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita