Jumat, 25 Mei 2012
Kotabaru: Makanan Khas Daerah Jadi Idola Berbuka Puasa
Jumat, 20 Agustus 2010 06:57
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/8 (SIGAP) - Makanan khas daerah yang dijual di beberapa lokasi "Pasar Wadae" menjadi makanan idola untuk berbuka puasa di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Ribuan pengunjung pasar wadae di Komplek Pasar Limbur Raya, dan pasar wadae di Bhakti, Kotabaru, menyerbu stan-stan yang menjual wadae khas daerah, diantaranya, kue tumbuk, bingka berbagai rasa, apam barandam dan kelelepon.

Pasar Wadee adalah pasar yang khusus menjual kue untuk berbuka puasa

"Kue bingka dan apam barandam menjadi makanan pembuka kesukaan anak kami," kata Umi Azzahra, Kamis (19/8).

Selain kurma, makan khas daerah itu menjdai hidangan istimewa bagi keluarga Azzahra, bahkan sebagian masyarakat muslim di Kotabaru.

Menurutnya, kue apam barandam, bingka dan kue tumbuk sebenarnya bukanlah makanan khas masyarakat Kotabaru, melainkan jenis makanan khas Suku Mandar, di Sulawesi Selatan.

Akan tetapi karena masyarakat Sulawesi Selatan banyak yang tinggal di Kotabaru, sehingga makanan khas daerah tersebut tetap dipertahankan oleh masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan.

"Bagi masyarakat Mandar, kue tumbuk hanya diolah pada bulan Ramadhan dan lebaran saja, selain membuatnya sangat sulit, kue tersebut memiliki nilai sejarah yang tidak dapat dilupakan bagi warga Mandar untuk mengenang kampung halamannya," ujar Hazinah, pada suatu kesempatan.

Terpisah, Daeng Palla, warga asal Sulawesi Selatan dan telah menetap di Kotabaru mengaku, tidak akan lupa menghidangkan kue tumbuk kepada tamunya selama Ramadhan dan hari raya ‘Idhul Fitri’.

Dirinya menjelaskan, kue tumbuk yang dibuat berbentuk bulat tebalnya sekitar dua cm dengan diameter tiga setengah cm, biasanya dihidangkan bersama sambal kacang, bumbu opor ayam/daging, atau dengan sambal hati ayam/sapi dan kambing.

Biasanya kue tumbuk dijual dengan harga bervariasi, untuk ukuran kecil Rp3.500 per biji, tetapi untuk ukuran besar dengan tebal sekitar 10 cm lebar 6 cm dijual sekitar Rp25.000 per batang.

Sedangkan apam barandam dibuat dari tepung terigu dibentuk bulat pipih dan dikukus, dihidangkan dengan piring kecil dengan direndam dengan air gula merah.

Kue bingka juga dibuat dari tepung terigu tetapi lebih dominan dicampur dengan mentega dan telur itik dan dicampur dengan kentang untuk bingka kentang dan waluh untuk bingka waluh.

Kebudayaan Nasional

Menurut Budayawan, Japrak Haes dalam definisi yang umum, kebudayaan adalah gabungan dari kebudayaan daerah yang ada di Negara tersebut.

Kebudayaan Nasional Indonesia secara hakiki terdiri dari semua budaya yang terdapat dalam wilayah Negara tersebut.

"Tanpa budaya-budaya itu tak ada Kebudayaan Nasional. Itu tidak berarti Kebudayaan Nasional sekadar akumulasi semua budaya lokal di seantero Nusantara," ujarnya.

"Kebudayan Nasional merupakan realitas, yang menyangkut daya cipta karsa termasuk makanan yang ada dalam daerah tersebut," pungkasnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita