Jumat, 25 Mei 2012
Mahasiswa Harus Kembangkan Keahlian
Kamis, 19 Agustus 2010 04:15
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 19/8 (SIGAP) - Mahasiswa harus mengembangkan kemampuan akademik dan keahlian yang diperoleh selama belajar di perguruan tinggi sehingga berguna bagi masa depannya, kata Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Zainal Muktama.

Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Zainal Muktamar melalui Humas Suharyanto, Rabu, mengatakan, pengembangan keahlian dapat diperoleh melalui mata kuliah tertentu seperti kewirausahaan dan bahasa Inggris serta keaktifan dalam kegiatan kemahasiswaan.

Pada saat pembukaan kegiatan pengenalan kehidupan kampus (PKK) tingkat universitas itu, Rektor Zainal lebih lanjut mengatakan mahasiswa baru harus berbangga diterima di universitas negeri tersebut.

"Mahasiswa yang baru diterima di perguruan tinggi negeri tersebut harus merasa berbangga karena tidak semua orang dapat lolos seleksi Unib yang saat ini merupakan perguruan tinggi dengan peringkat 50 besar nasional," katanya.

Selain itu mahasiswa baru harus mampu menyesuaikan diri dengan baik terhadap iklim dan sistem belajar yang berbeda ketika masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dulu.

"Mereka harus pandai-pandai membagi waktu antara kegiatan akademik dan aktivitas keorganisasian jika ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi,"katanya.

Kegiatan PKK Universitas dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 18-19 Agustus 2010 yang dilaksanakan di gedung serba guna (GSG).

"Sebanyak 2.338 mahasiswa baru yang lolos dari Penelusuran Potensi Akademik (PPA), Sistem Penerimaan Mahasiswa Unib (SPMU) dan Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menghadiri kegiatan PKK tersebut," katanya.

Acara tersebut diisi dengan arena mahasiswa ke mahasiswa dan berbagai materi PKK seperti materi dari Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM),Teknologi Informasi dari Badan Teknologi dan Informasi (Batik).

"PKK tingkat universitas berakhir besok ditutup dengan acara buka bersama yang kemungkinan dihadiri rektor dan petinggi selingkung Unib," katanya.

Dalam konteks Indonesia, Azyumardi Azra, tokoh pendidikan, melihat perlunya kajian ulang tentang Perguruan Tinggi. Hal ini seiring dengan semakin menemukan momentumnya dengan terjadinya krisis moneter, yang disusul krisis ekonomi, politik dan sosial.

Semua krisis ini tidak hanya menimbulkan keprihatinan mendalam tentang meningkatnya drop-out rate di kalangan mahasiswa, tetapi juga tentang semakin merosotnya efektivitas dan efisiensi Perguruan Tinggi dalam menghasilkan mahasiswa dan lulusan yang memiliki competitive advantage, memiliki daya saing yang andal dan tangguh dalam zaman globalisasi yang penuh tantangan.

Pengembangan IAIN, dengan demikian, juga harus dilihat dalam konteks perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat, baik pada tingkat konsep dan paradigma Perguruan Tinggi. Bahkan lebih jauh lagi, pengembangan IAIN sekaligus pula harus mempertimbangkan perubahan dan transisi sosial, ekonomi dan politik nasional dan global, Demikian seperti dilansir situs ditpertais.net . (Wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita