Jumat, 25 Mei 2012
Staf Khusus Presiden Akui Nasionalosme di Papua
Kamis, 19 Agustus 2010 04:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/8 (SIGAP) - Nasionalisme atau rasa kecintaan terhadap bangsa Indonesia, bagi pemuda Papua masih tetap ada untuk selamanya, kata Asisten Staf Khusus Presiden, Alexander Kapisa, ST, ketika memantau sekaligus mengikuti HUT Proklamasi Indonesia.

"Kalau hari ini pemuda Papua bisa merayakan kemederkaan, maka ada wujud nyata bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia yang diakui," ujar Kapisa, di Jayapura, Rabu.

Membangun Papua, kata dia, bukan hanya tinggal di Papua saja, tetapi dapat dilakukan lewat daerah lain.

"Misalnya kepercayaan kepada anak-anak Papua untuk duduk di istana Presiden Indonesia, seperti Velix Wanggai, yang menjabat staf khusus bidang pembangunan dan Otonomi Daerah," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa walaupun saat ini banyak gejolak yang timbul di Papua, namun berbagai kegiatan sambut perayaan kemerdekaan Indonesia masih terus dirayakan hingga kini.

"Potensi anak-anak muda Papua sangat maju, sehingga jangan pernah menyerah untuk terus belajar dan berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan yang sudah ada saat ini," pesannya.

Senada dengan hal di atas, salah satu staf khusus Presiden Indonesia, Sultan, mengakui bahwa Papua merupakan wilayah yang aman dan dibuktikan dengan perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan.

"Pemuda Papua sangat terampil, sehingga acara akbar pembentangan bendera di perbatasan Selasa kemarin (17/8), bisa berjalan baik, yang domotori oleh 10 organisasi kepemudaan di Papua, termasuk Barisan Merah Putih (BMP) Papua," tandasnya.

Ia berharap rasa nasionalisme dapat dipertahankan dan adanya sikap saling menghargai dalam menjaga keamanan dan ketahanan bangsa dari pengaruh-pengaruh yang memecah belah persatuan bangsa.

Peran kyai

Dalam praktek berbeda, nasionalisme dalam hubungan keagamaan dan negara menjadi modal dasar yang kokoh.

Dalam konteks ini, kyai atau guru agama merupakan sosok penting, termasuk dalam perkembangan ketatanegaraan Indonesia.

Menurut Hayono Isman saat menghadiri halaqah “Peningkatan Wawasan Kebangsaan di Kalangan Pesantren”, yang dihelat di aula Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum, bulan lalu.

Agama, lanjutnya, berperan sangat penting dalam proses pembentukan dan perkembangan konsep nasionalisme di Tanah Air pada awal perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Peran pesantren dan kyai sangat penting sebagai institusi keagamaan, yang sejak awal selalu mengawal konsep nasionalisme,” kata wakil ketua komisi I DPR RI tersebut seperti dikutip radar Bogor.

Salah satu elemen penting bangsa Indonesia pada masa perjuangan melawan penjajah. Selain itu, perannya sangat sentral dalam penbentukan nasionalisme di kalangan santri.

“Hal itu yang harus dijaga dan dijunjung sepenuhnya oleh para santri,” pungkasnya. (Wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita