Jumat, 25 Mei 2012
Gempa Andaman 5 SR, Bengkulu Digoyang 4,7 SR
Selasa, 17 Agustus 2010 00:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/8 (SIGAP) - Kembali perkiraan tentang rambatan gempa di Sumatera – Jawa terbukti. Pada 16 Agustus sebelumnya, terjadi gempa di Samudera Hindia, pukul 10.30 WIB di wilayah Mauritus/Reunion pada 17.95 Lintang Selatan 65.60 Bujur Timur  dengan kekuatan 5,8 SR pada kedalaman 10,40 km, menurut Didik Wahju Widjaja dalam laman pribadinya Richocean Indonesia Blog, diperkirakan akan terjadi gempa di kawasan Sumatera - Jawa dalam satu – tiga hari kedepan, terhitung tanggal 16 Agustus 2010.

Apa yang terjadi kemudian? Pukul 22.01 WIB, tanggal 17 Agustus 2010, gempa berkekuatan 4,7 SR dengan kedalaman laut 10 kilometer mengguncang kawasan Enggano, Bengkulu. Episentrum gempa berada pada 5,13 Lintang Selatan 102,77 Bujur Timur.

Menurut Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Erick Rizky Sjarief, belum diperoleh informasi yang konkrit tentang korban. Baik Jiwa ataupun harta benda. “Tim SKP BSB sedang melakukan monitoring,” ujar Erick, Selasa (17/8)

Memang masyarakat di Sumatera dan Jawa perlu lebih berhati-hati bila terjadi gempa di kawasan Xixang, Myanmar dan Kepulauan Andaman- Nicobar. Kawasan disebelah Utara Pulau Sumatera itu merupakan rantai gempa untuk Sumatera dan Jawa. Sebelum gempa di Enggano, pada hari yang sama juga terjadi gempa di Kawasan Andaman – Nicobar dengan kekuatan 5,0 SR pada kedalaman laut 60 km.

Sekedar catatan, sebelum terjadi gempa Padang, 30 September 2009, kawasan Andaman-Nicobar diguncang gempa dengan kedalaman 181 km. Pada statistik gempa, sejak tahun 2004, hanya ada 7 kali gempa berkedalaman diatas 125 km dan 5 kali menimbulkan gempa besar dan 2 kali berada pada kisaran 5 SR.

Kembali pada soal rambatan gempa, politikindonesia.com, pada tanggal 7 Agustus merilis berita berjudul: Agustus: Waspadai Gempa Sumatera. Informasi yang diungkapkan adalah ketika pada 6 Agustus 2010, pukul 01.18 WIB, terjadi gempa bumi di Myanmar (Utara Sumatera) dengan kekuatan 5 SR pada kedalaman 33 km, oleh Didik, melalui situs pribadinya, melansir perkiraan tentang rambatan gempa tersebut berdasarkan statistika.

Saat itu, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengingatkan tentang kemungkinan dalam 1-3 hari kedepan, akan terjadi pelepasan rambatan gempa di kawasan  Sumatera - Jawa.

Rambatan gempa Myanmar, bisa jadi pada antara 18-24 Agustus untuk kawasan  Utara Sumatera (Aceh, Simeulue, Nias, Medan, Pariaman). Pusat gempa berjarak sekitar 500 km dari kota Medan. Kekuatannya berkisar antara 3,8 hingga 5,8 SR.

Pada 13-19 Agustus kemungkinan terjadi gempa yang berjarak 500 km dari Lubuk Tanjung (Mentawai, Pariaman, Padang, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan) dengan kekuatan 5,9 hingga 7,9 SR.

Sementara antara tanggal 16-22 Agustus kemungkinan terjadinya gempa yang berjarak  450 km dari pusat gempa (Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat) Kekuatan yang diperkirakannya adalah 4,6-6,6 SR .

Bila kita mencermati kemungkinan terjadinya rambatan gempa diatas, tingkat akurasinya cukup tinggi. Sayangnya, publikasi dan sosialisasi yang dilakukan melalui jejaring dunia maya, kurang mendapat perhatian. Seandainya saja, sejak awal kita tahu dan peduli dengan perkiraan yang dilakukan, setidaknya minimalisasi korban, khususnya jiwa dapat dilakukan. (pi/rib)


 

Arsip Berita