Jumat, 25 Mei 2012
Dinsos Antisipasi Dampak Bocornya Pipa Minyak Ciaro
Kamis, 06 Mei 2010 08:36
AddThis Social Bookmark Button

 

Bandung, 6/5 (ANTARA) - Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bandung berupaya mengantisipasi dampak dari bocornya pipa minyak Pertamina di Kampung Andir, Ciaro, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung. "Kami menyiapkan tenda maupun bahan-bahan makanan jika ada warga mengungsi akibat kejadian tersebut," kata kepala dinas tersebut, H Salimin, melalui telefon selularnya, Kamis.
Ia mengatakan, dari pemantauan petugas di lapangan sejak pagi hingga siang hari, diketahui ada 15 jiwa dari empat rumah harus mengungsi akibat bocornya pipa Pertamina di Ciaro tersebut.

Menurut Salimin, bocornya pipa minyak itu terjadi diduga akibat ulah warga yang melubangi pipa tersebut. "Akibatnya empat rumah terkena semburan minyak hingga rawan bila ditempati. Selain itu, kolam ikan dan sawah juga terkena minyak," katanya.

Sebelumnya, seorang warga menyatakan, seseorang yang mengontrak rumahnya membobol pipa minyak Pertamina yang melintas di bawah rumah tersebut dengan membuat sumur ukuran satu meter persegi hingga menembus pipa distribusi BBM yang melewati desa itu.

"Rumah itu dikontrak Rajab dua minggu lalu," kata Erna Susanti, pemilik rumah di RT 3 RW 11 Ciaro, melalui telefon.

Menurut Erna, yang juga pekerja sosial masyarakat di desa tersebut, semula warga desa heboh karena banyak ayam dan bebek di sana yang mati karena terkena aliran minyak.

Setelah diselidiki pada Kamis dini hari, kata dia, ternyata minyak itu mengalir dari rumahnya yang dikontrak seseorang yang mengaku bernama Rajab sejak dua minggu lalu.

Orang itu, kata dia, rupanya membuat sumur seukuran satu meter kali satu meter di dalam kamar hingga menembus pipa distribusi minyak Pertamina.

"Minyak dari pipa yang dibobol itu terus mengalir. Sedangkan rumah itu sudah kosong," katanya.

Erna mengaku sudah melaporkan kejadian itu kepada polisi terdekat. (U.KR-ASJ/B/s018/s018) 06-05-2010 15:34:09 NNNN

 

 

 

Arsip Berita