Jumat, 25 Mei 2012
Kendari: 500 KK Miskin Ikuti Persaudaraan Madani
Senin, 16 Agustus 2010 03:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/8 (SIGAP) - Sebanyak 500 kepala keluarga (KK) miskin di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti program "persaudaraan madani.”

Hal ini dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Kelurahan (BPMPK) Kota Kendari Arifin Baidi di Kendari, Senin (16/8). Dijelaskan Arifin, ke-500 KK miskin tersebut, sudah dipersaudara madanikan dengan para pejabat di lingkup Kota Kendari atau kalangan swasta di Kendari yang dianggap kehidupannya mampu.

Dipaparkan Arifin, program ini bertujuan untuk menekan atau mengurangi angka kemiskinan di Kota Kendari, dengan cara mempersaudarakan antara KK miskin dengan warga Kota Kendari yang kehidupannya lebih mapan.

"Entah itu pejabat atau hanya kalangan swasta yang kehidupannya mapan, dan yang penting kedua pihak siap dipersaudarakan, maka kami akan buatkan akta persaudaraan madani untuk kedua belah pihak," katanya.

Arifin mengatakan, saudara mapan dalam program ini, berkewajiban memberikan bantuan kepada saudaranya yang miskin, baik itu bantuan materi atau dalam bentuk motivasi dan spirit, sehingga saudara miskin bisa mengubah dirinya dari kondisi saat ini.

"Yang paling utama, tugas saudara kaya, adalah membimbing sudaranya yang miskin, agar bisa memdapatkan jalan kehidupan yang lebih layak," ujarnya.

Dengan dipersaudarakannya ke-500 KK miskin di Kota Kendari, berarti ada pengurangan angka kemiskinan di daerah ini, dari sekitar 4.122 KK miskin, kini menjadi 3.622 KK miskin.

Saat ini Kata Arifin, pihaknya selalu membuka diri kepada semua pihak yang ingin membantu keluarga miskin, agar bisa mendaftarkan diri sebagai pihak yang ingin ikut program ini ke pihak BPMPK sebagai pengelola program ini.

Seperti diketahui, pemerintah menempatkan pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama. Program dilakukan secara berlapis sehingga rakyat miskin diharapkan dapat mandiri.

Berdasarkan catatan SIGAP, dengan berlapisnya program untuk rakyat miskin yang dicanangkan pemerintah setidaknya menunjukkan hasil dengan berkurangnya angka kemiskinan dari 16,7% pada 2004 menjadi 14,15% pada 2009.

Hingga saat ini pemerintah masih terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan berbagai program pro rakyat, yang dibagi dalam 3 klaster. Dijelaskan, Klaster 1 adalah Bantuan dan Perlindungan Sosial. Dimana melalui program ini pemerintah memberikan bantuan pada masyakarat miskin atau rumah tangga sasaran (RTS) berupa Bantuan Oeprasional Sekolah (BOS), program beras miskin (raskin), Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan lainnya.

Klaster 2 adalah Pemberdayaan Masyarakat. Melalui program ini pemerintah melaksanakan Pogram Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.

Klaster 3 adalah Kredit Usaha Rakyat. Melalui program ini usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 bank.  (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita