Jumat, 25 Mei 2012
Penyaluran Raskin dan OP Tekan Harga Beras
Sabtu, 14 Agustus 2010 12:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/8 (SIGAP) - Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, mengatakan, percepatan penyaluran beras bersubsidi (Raskin) dan operasi pasar (OP) beras akan meredam kenaikan harga beras.

Ditambahkan Mari, penyaluran Raskin sangat berpengaruh pada stabilisasi harga karena yang akan masuk ke pasar hampir 20% dari konsumsi dengan harga Rp1.600 per kilogram.

Menurutnya, sampai 2 hari lalu, pemerintah sudah menyalurkan 87% beras bersubsidi untuk bulan Agustus kepada rumah tangga sasaran.

"Rencananya, jatah Raskin bulan September akan diberikan pada bulan Agustus dan dapat diselesaikan penyalurannya sebelum akhir Agustus," kata di Jakarta, Jum’at (13/8).

Tahun ini, pemerintah menyediakan sebanyak 2,9 juta ton beras bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu.

Selama bulan Januari-Juni 2010 setiap rumah tangga sasaran mendapat jatah pembelian beras bersubsidi sebanyak 13 kilogram dan pada Juli-Desember 2010 setiap rumah tangga sasaran bisa membeli 15 kilogram beras bersubsidi.

Di samping menyalurkan beras bersubsidi, kata Menteri Perdagangan, pemerintah juga berusaha menstabilkan harga beras dengan melakukan operasi pasar beras pada titik-titik yang menunjukkan kecenderungan peningkatan harga beras secara berlanjut.

Saat ini Perum Bulog sudah melakukan operasi pasar beras di pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah Papua, Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta serta menyiapkan operasi yang sama di Banten, Sumatera Utara dan daerah lain yang menunjukkan gejala kenaikan harga secara berlanjut.

Sementara itu berdasarkan pantauan SIGAP, sebanyak 28.408 rumah tangga sasaran di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada 2010 mendapat jatah beras untuk masyarakat miskin (raskin) gratis.

Pagu raskin gratis bagi 28.408 rumah tangga sasaran (RTS) sebanyak 170 kg per tahun untuk setiap RTS atau naik 5 kg dibanding pada 2009 sebanyak 156 kg per tahun, kata Kepala Bulog Sub-Divisi Regional Bangka, Fansuri Perbatasari di Pangkalpinang, Jumat.

"Pagu raskin gratis mengalami kenaikan 5 kg mulai November hingga Desember dan sebelumnya dari Januari hingga Oktober setiap RTS menerima 13 kilo gram per bulan," kata Fansuri.

Fansuri menjelaskan, penambahan pagu raskin gratis bagi 28.408 RTS itu dimulai November 2010 untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rumah tangga sasaran.

"Penambahan pagu raskin gratis itu ditetapkan melalui surat Menko Kesra RI No B/150/Menko/Kesra/8/2010 tertanggal 4 Agustus 2010 bahwa ada penambahan pagu untuk raskin gratis yakni 5 kg beras per RTS," ujarnya.

Dirinya mengharapkan, dengan adanya penambahan pagu Raskintis dapat membantu kesejahteraan rumah tangga sasaran (RTS).

Pendistribusian raskin gratis berjalan lancar dan tepat sasaran, yang didistribusikan setiap bulan, ujarnya.

Dijelaskan Fansuri, pada 2011 belum bisa dipastikan apakah kebijakan pemberian raskin gratis kepada RTS masih akan terus berlanjut.

"Semua itu tergantung kebijakan pemerintah pusat, tapi secara logika yang namanya rumah tangga miskin tetap ada, jadi kami mengharapkan program tetap berlanjut karena sangat dirasakan manfaatnya bagi keluarga miskin," katanya.

Terkait dengan Operasi Pasar (OP), Fansuri mengatakan, dalam waktu dekat segera menggelar operasi pasar sesuai Permendag Nomor 1095/N/DAG/SD/7/2010 pada 4 Agustus 2010 yang menetapkan harga beras untuk operasi pasar di wilayah Jawa Rp5.100 per kilogram dan luar Jawa Rp5.200 per kilogram.

"Harga tersebut belum termasuk biaya operasionalnya yang diestimasikan sekitar Rp300 hingga Rp500 per kilogram, tergantung jarak tempuh dalam pendistribusian," katanya.

Dirinya mengatakan, sudah menyiapkan diri jika sewaktu-waktu harus dilakukan OP jika harga beras tidak terkendalikan lagi sehingga memberatkan para konsumen.

"Pihak Disperindag Babel diharapkan menginstruksikan setiap daerah kabupaten dan kota melakukan operasi pasar yang berkoordinasi dengan Bulog, bagian upaya menstabilkan harga beras di pasar," ujarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita