Jumat, 25 Mei 2012
Pemda Kalbar Kesulitan Hadapi Lonjakan Harga Angkutan
Sabtu, 14 Agustus 2010 09:15
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/8 (SIGAP) - Kelangkaan bahan bakar solar serta musim mudik Idul Fitri dan usainya warga Tionghoa melakukan ritual sembahyang kubur diperkirakan akan mempengaruhi harga serta lonjakan penumpang angkutan umum di Kalimantan Barat.

Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kalbar, Ruslizan Arief, di Sungai Raya, Jumat  (13/8) mengatakan, untuk mengantisipasi melonjaknya harga tiket sudah ada pedoman mengenai batas atas.

Namun, lanjutnya, meski sudah membatasi kenaikan tarif, pihaknya akan mengalami kesulitan dalam mengontrol harga tiket setiap kendaraan, baik moda darat, laut dan udara. "Khususnya kenaikan kendaraan moda darat. Hal ini disebabkan kelangkaan bahan bakar solar yang terjadi saat ini," kata Ruslizan Arief.

Menurut Ruslan Arief, kondisi itu akan menjadi salah satu kendala karena kelangkaan solar yang terjadi hampir diseluruh wilayah Kalbar akan mengakibatkan pemilik usaha transportasi menaikan tarif mereka.

Dirinya menambahkan, lonjakan penumpang sendiri diperkirakan terjadi saat Idul Fitri karena tidak hanya disebabkan oleh arus mudik tetapi juga bersamaan dengan kepulangan warga Tionghoa yang selesai melaksanakan sembahyang kubur.

Sedangkan untuk membatasi kenaikan yang berlebihan ada acuan dengan Peraturan Gubernur Nomor 64 Tahun 2009 Tentang Tarif Batas Bawah dan Batas Angkutan.

Pihaknya sudah menyebarkan edaran tentang tarif ini kepada seluruh pemilik usaha transport dan ia berharap edaran tersebut dapat diindahkan.

"Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan setiap Dinas Perhubungan yang ada di kabupaten/kota di Kalbar. Berikut instansi terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan pemilik usaha transport maupun maskapai penerbangan," kata Ruslizan Arief.

Melalui koordinasi tersebut, selain untuk mengantisipasi kenaikan harga tiket juga membentuk posko lebaran.

"Posko ini akan disebar ke berbagai titik, terutama di terminal bis, dan pelabuhan. Sedangkan untuk posko di bandara sudah ditangani oleh pengelola," katanya.

Hasil koordinasi dengan instansi terkait untuk pembentukan posko lebaran, ada beberapa permasalahan yang akan dihadapi oleh para pemudik terutama kondisi jalan masih banyak berlubang.

"Ini akan menjadi permasalahan tersendiri bagi pemudik yang menggunakan moda darat. Banyaknya jalan yang berlubang, jelas berbahaya bagi keselamatan pengendara," katanya.

Dirinya berpesan agar para pemudik berhati-hati, terutama saat melintasi jalur Selatan Kalbar seperti Landak, Sintang, Sanggau dan Kapuas Hulu.

Selain masih banyak jalan yang berlubang, kondisi jalan yang curam dan banyaknya tikungan memerlukan kewaspadaan saat melewatinya.

Dirinya melanjutkan, meski terjadi lonjakan penumpang, namun dia memperkirakan kebutuhan alat transportasi masih bisa mencukupi.

Untuk angkutan darat, ada 827 unit bis yang dapat menampung 17.848 penumpang. Sementara itu, ada 54 bis reguler antarnegara yang mampu menampung 1.944 penumpang. Angkutan khusus antarjemput penumpang antarkota ada 157 unit yang bisa mengangkut 851 penumpang. Angkutan sewa 40 unit dengan kapasitas 280 penumpang.

Bus cadangan 19 unit dengan kapasitas 475 penumpang. Dan oplet 645 unit dengan kapasitas 5.160 penumpang.

"Untuk kendaraan moda darat ini akan tersedia di lima belas terminal yang tersebar di seluruh Kalbar. Demikian dengan angkutan moda laut, selain ada kapal feri, kapal angkutan, juga kapal motor yang akan memenuhi kebutuhan arus mudik nanti," kata Ruslizan Arief.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi, seusai rapat koordinasi di Istana, juli lalu mengatakan, pihaknya akan menambah 10% armada angkutan darat dari tahun lalu yang jumlahnya mencapai 34.358 unit.

Sedangkan untuk angkutan udara, pemerintah menyiapkan 276 pesawat. Kesiapan armada angkutan darat akan didukung dengan prasarana jalan dan jembatan. Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan telah menyiapkan 11 ribu kilometer jalan utama nasional untuk arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini.

Selain itu, dukungan 4.200 kilometer jalan alternatif di provinsi dan kabupaten. Kita menyambut baik persiapan yang matang dari pemerintah dalam hal penambahan armada angkutan, baik darat, laut, maupun udara.

Juga kesiapan jalan-jalan dan infrastruktur lainnya. Namun, kita ingatkan jangan sampai pada saat dibutuhkan, yakni ketika memasuki musim arus mudik dan arus balik, apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataan.

Selain soal penambahan armada angkutan dan jalan, banyak hal yang mesti disosialisasi dan diingatkan ke masyarakat, juga operator moda angkutan lebaran, akan pentingnya faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, seperti diungkapkan pada koran jakarta. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita