Jumat, 25 Mei 2012
Cuaca Banten Tak Pengaruhi Kinerja Pelabuhan
Sabtu, 14 Agustus 2010 07:55
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/8 (SIGAP) - Suhu udara siang hari di Provinsi Banten pada Sabtu (14/8) diprakirakan 32 derajat Celsius, kata Masfian, pengamat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Serang, Jumat.

Masfian memprakirakan suhu udara siang hari itu antara 23-32 derajat Celcius sehingga terik matahari tidak begitu panas.

Kemungkinan suhu udara tersebut hingga September 2010 karena peluang hujan masih terjadi.

Suhu udara 23-32 derajat Celcius terjadi di wilayah Rangkasbitung, Serang, Cilegon, Merak, Anyer, Arita, dan Labuan.

Selain itu, cuaca pagi hingga siang hari berawan dan sore hari berpeluang hujan.

Menurutnya, potensi hujan masih terjadi akibat adanya penumpukan awan di perairan Indonesia.

Namun, intensitas curah hujan ringan dan tidak seperti musim hujan pada November-Desember.

"Saya minta jika hujan sore hari jangan berada di bawah pohon besar karena akan terjadi angin kencang," katanya mengingatkan.

Sementara ketinggian perairan Banten bagian selatan berkisar 1,5 sampai 2,5 meter dan bergerak dari tenggara dengan kecepatan angin 5-12 knot atau 24 kilometer per jam.

Ketinggian gelombang  Selat Sunda bagian utara perairan Merak-Bakauheni bekisar antara 0,8-1,5 meter dengn kecepatan angin 5-12 knot.

"Saya kira pelayaran Merak-Bakauheni relatif aman bagi kapal Roll on Roll of (Ro-Ro) maupun kapal cepat," katanya.

Tambah Armada


Sementara itu, menjelang angkutan lebaran tahun 2010 ini, pelabuhan Bakaheuni  akan ditambah dengan armada baru. Upaya ini sudah dilakukan oleh lima perusahaan penyeberangan. Penambahan tersebut seiring dengan rencana pemerintah mengoperasikan dermaga VI di lintasan tersebut.

Kelima perusahaan tersebut sudah menyiapkan kapal untuk dioperasikan pada lintas tersebut karena prospek pengangkutan penyeberangan di lintas tersebut masih berpeluang tumbuh pesat. Meskipun pemerintah akan membangun jembatan Selat Sunda yang menghubungkan P. Jawa dan Sumatera, namun niat pelaku usaha untuk memperlancar arus penyeberangan tetap besar.

Selain itu, kegiatan angkutan penyeberangan merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional, apalagi lintas Merak - Bakauheni menangani sekitar 40 juta ton barang tiap tahunnya yang diseberangkan, tandas Ketua DPP Gapasdap, Syarifuddin Mallarangan kepada businessnews nulan lalu.

Menurutnya, operator perusahaan penyeberangan yang kini sudah beroperasi dengan 33 unit armadanya di antaranya yang banyak adalah PT Putera Master sebanyak 6 unit, PT Jembatan Madura 5 unit, PT Jemla Ferry ada 4 unit, PT ASDP Indonesia Ferry sebanyak 3unit, PT Bukit Samudera Praksa ada 3 unit, sedangkan beberapa perusahaan lainnya ada 12 unit.

Namun upaya untuk melakukan penambahan armada tersebut kini masih terganjal, setelah Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan meminta operator kapal yang mengajukan permohonan izin pengoperasian kapal harus melengkapi dokumen konsep pengelolaan perusahaan. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita