Jumat, 25 Mei 2012
Warga Keluhkan Raskin Tak Layak Konsumsi
Sabtu, 14 Agustus 2010 06:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/8 (SIGAP) – Berdasarkan pantauan SIGAP di 2 daerah, yaitu Kota Tasikmalaya dan Kelurahan Padang Iring, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan beras bagi rakyat miskin (raskin) tidak layak di konsumsi.

Sejumlah warga Kota Tasikmalaya mengeluhkan beras miskin (raskin) yang kondisinya jelek dan menimbulkan bau tak sedap sehingga dinilai tidak layak dikonsumsi.

Akibatnya sejumlah ketua RW dan RT di Kota Tasikmalaya yang ditemui wartawan, Jumat mengungkapkan, beras miskin (raskin) penyalurannya sudah diterima sepekan lalu, namun saat dibuka dalam karung, warna beras tampak kecoklatan.

Bahkan, menurut warga ketika dicium menimbulkan bau tak sedap, sehingga sebagian warga yang menerima raskin itu menilai tidak layak untuk dikonsumsi.

"Ada juga warga yang membeli, meskipun kondisinya seperti itu, mungkin beras ini stoknya yang sudah lama," kata Ketua RW 02, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Uu Suhartadi.

Sedangkan Warga miskin di Kelurahan Padang Iring, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, merasa kecewa beras bagi rakyat miskin (raskin) yang diperoleh ternyata sudah berulat.

Salah seorang warga, Suharti, di Toraja, Jumat, mengaku mengetahui bahwa raskin tersebut berulat saat akan memasak pada malam hari. "Awalnya saya tidak tahu kalau raskin tersebut berulat karena saya tidak begitu memperhatikan. Pada saat beras akan dicuci, barulah ulatnya terlihat," imbuhnya.

Selain berulat, kata Suharti, raskin yang disalurkan sudah berwarna kuning sehingga sama sekali tidak bisa dikonsumsi lagi. "Bagaimana mau dikonsumsi kalau warna beras sudah kuning seperti itu. Terpaksa beras tersebut saya gunakan untuk makanan ternak babi di rumah," ujarnya.

Ditambahkan Ester, warga lainnya, selain menerima raskin dalam kondisi yang tidak layak konsumsi, warga juga mengeluhkan lambannya penyaluran raskin di wilayah tersebut. "Jatah raskin yang seharusnya diterima pada bulan Juli lalu, terpaksa kami terima pada bulan ini. Itupun dalam kondisi berulat dan berwarna kuning," ucap Ester.

Warga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi, sehingga warga miskin di wilayah tersebut bisa menikmati raskin yang disalurkan oleh pemerintah. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita