Jumat, 25 Mei 2012
RILIS: Istana Kirim Utusan Untuk Besuk Franky Sahilatua
Jumat, 13 Agustus 2010 15:03
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/8 (SIGAP) - Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mengirimkan tim untuk membesuk musisi dan aktifis Franky Sahilatua yang kini terbaring sakit di Singapura, setelah melaporkan perihal sakit yang diderita Franky kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Presiden berharap agar kondisi Bung Franky pasca operasi segera membaik. Saya juga telah menyampaikan hal itu kepada Bung Franky melalui telepon untuk memompa semangatnya,” kata Andi Arief, SKP BSB.

Franky Sahilatua menderita penyakit kanker tulang sumsum dan telah menjalani operasi di RS General Hospital Singapura. Dalam diagnosa awal, Franky diketahui mengalami sakit batu ginjal. Namun, diagnosa lanjutan menunjukkan ia terkena kanker tulang sumsum.

Kamis (12/8) malam, sahabat-sahabat Franky menyelenggarakan malam amal dan doa bersama untuk pencipta lagu “Kemesraan” itu.

Andi Arief yang dekat dengan Franky sejak akhir 90-an mengatakan, musisi dan aktifis kelahiran Surabaya itu merupakan ‘kritikus’ yang konsisten. Ia tidak hanya menyuarakan kritik sosial melalui lagunya, tapi juga memberikan masukan kongkrit kepada pemerintah.

Kantor SKP BSB pada bulan Maret lalu menerima pemuda-pemuda Ambon yang dibina Bung Franky untuk mengembangkan rumput laut dengan basis kampung.

Gagasannya sangat bagus, karena memadukan pembangunan teknologi pertanian dan penguatan masyarakat. Kami pun menggalang dukungan untuk upaya tersebut,” katanya.

Andi tak memungkiri bahwa Franky kerap mengkritik pemerintahan SBY, namun yang membedakan Franky dengan ‘kritikus’ pemerintah yang lain adalah, setiap kritik Franky selalu disertai solusi.

“Bung Franky berharap, Presiden dapat menjadi Bapak Kemakmuran Rakyat. Kerena itu, menteri-menteri dianggap kunci untuk mengimplementasikan pikiran Presiden ke dalam program-program kemakmuran rakyat. Jika ada menteri yang kena ‘sentil’ Bung Franky,  ya harus kita pahami dalam konteks bagaimana ia menilai kerja keras dari menteri tersebut. Tapi kritik Franky tidak ada yang bersifat personal, karena ia bukanlah wakil kepentingan politik,” tandas Andi. (laporan khusus)

 

Arsip Berita