Jumat, 25 Mei 2012
Gempa Sukabumi Tidak Berdampak Kerusakan
Jumat, 13 Agustus 2010 08:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/8 (SIGAP) - Gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter dengan kedalaman 10 Km di jarak 125 km Barat Daya Sukabumi, Jawa Barat, Kamis dini hari lalu, tidak menyebabkan adanya kerusakan ataupun korban jiwa dan luka.

Kasie Logistik Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) Kabupaten Sukabumi Iwan Herniwan di Sukabumi, mengatakan, sampai saat ini tidak ada laporan kepada pihaknya bahwa ada kerusakan bangunan dan korban meninggal atau luka yang disebabkan oleh gempa.

"Kami tidak menerima laporan bahwa ada bangunan yang rusak akibat gempa tersebut sampai saat ini. Selain itu, gempa ini hanya menyebabkan kepanikan warga saja dan sampai saat ini kami juga belum menerima informasi adanya korban jiwa atau korban luka pada bencana alam ini," kata Iwan.

Setelah dilakukan pendataan baik dari pihak Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Sukabumi dan BPBA Kabupaten Sukabumi, gempa yang berpusat di 8.05 LS, 106.91 BT tersebut dinyatakan tidak berdampak kerusakan.

Iwan menambahkan, walaupun belum ada laporan kerusakan, tetapi pihaknya tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan para anggota muspika untuk segera melaporkan apabila ada rumah atau bangunan milik warga yang rusak.

"Kami tetap melakukan pendataan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kami berharap gempa ini tidak menimbulkan kerugian," ujarnya.

Kendati gempa tidak menimbulkan korban dan kerusakan, Ahmad Fahmi, anggota DPRD Sukabumi,  mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mensiagakan menghadapi bencana. “Pendidikan dan latihan menghadapi bencana, termasuk gempa, harus diberikan kepada masyarakat dan anak-anak. Materinya tidak saja pelatihan tetapi juga pengetahuan tentang gempa dan bencana lainnya,” katanya kepada SIGAP, Jumat (13/8).

Mantan aktivis kampus ini menjelaskan pelatihan tersebut dapat diberikan kepada anak didik di sekolah maupun pesantren. “Tentu harus ada kerjasama dengan pihak-pihak terkait,” imbuh Ahmad Fahmi. Pelatihan ini mendesak untuk diselenggarakan mengingat daerah Jawa Barat kerap kali dilanda gempa. (laporan Sofyan Badrie/ant)


 

Arsip Berita