Jumat, 25 Mei 2012
Padang Lakukan Efisiensi Untuk Tutupi Defisit APBD
Jumat, 13 Agustus 2010 07:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/8 (SIGAP) - DPRD dan Pemerintah Kota Padang sepakat melakukan efisiensi dan efektifitas dalam pemakaian anggaran untuk menutupi defisit APBD perubahan 2010 yang diperkirakan mencapai Rp94,5 miliar.

Kebijakan ini juga dilakukan dengan pengurangan anggaran di setiap  Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Padang, sehingga pemakaian anggaran efektif dan efisien. Demikian dikatakan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Padang, Zulherman, di Padang, Kamis (12/8) dalam rapat kerja Banggar DPRD dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Padang, Herfan Bahar dan jajarannya untuk membahas APBD perubahan Padang 2010.

Selain mengurangi, katanya, anggaran setiap SKPD juga tidak akan ditambah, kecuali adanya tambahan dana dari pemerintah pusat.

Rapat kerja dan kebijakan yang dibuat diharapkan ditemukan solusi untuk menutupi defisit APBD Padang 2010 yang dinilai sangat besar.

Meski demikian, menurutnya, lebih baik terjadi defisit APBD dari pada terjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa), karena Silpa menunjukkan kalau anggaran yang telah dialokasikan tidak terealisasi penggunaannya.

Salah seorang anggota Banggar DPRD Padang, Irwan Fikri mengusulkan, salah satu upaya lain untuk membantu menutupi defisit APBD 2010 adalah dengan menghapus perjalanan dinas anggota DPRD dan Pemkot Padang.

”Kalau perlu tidak dilakukan lagi acara-acara seremonial yang hanya membuang-buang anggaran,” tambah Irwan.

Jika 2 kegiatan ini dihapuskan, menurut Irwan, akan sangat signifikan terhadap upaya menutupi defisit APBD Padang 2010.

Irwan menyebutkan, menutup defisit dengan mengurangi anggaran SKPD yang nilainya sangat kecil kemungkinan tidak bisa menutupi kekurangan APBD tersebut.

Isu global

Sementara itu, usulan untuk pengetatan anggaran dalam mengurangi defisit yang dibahas dalam pertemuan menteri-menteri keuangan negara G-20 di bulan awal Juni lalu belum dapat dilakukan oleh Indonesia.

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, kondisi APBN Indonesia masih stabil dan aman sehingga pengetatan anggaran belum perlu dilakukan.

"Belum (pengetatan anggaran). Jadi sekarang ini kita masih pada skenario bahwa kita punya anggaran di 2011 defisit 1,7%, terus kemudian punya APBN-P 2010 defisitnya 2,1%. Jadi kita enggak terlalu khawatir anggaran 2010," tegasnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita