Jumat, 25 Mei 2012
Pemkot Cari Format Pengelolaan Objek Wisata Tangkiling
Jumat, 13 Agustus 2010 06:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/8 (SIGAP) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota (Pemkot) Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Trecy Anden menyatakan, pengelolaan daerah wisata Bukit Tangkiling masih tahap pembahasan guna mencari format terbaiknya.

"Meskipun kawasan tersebut berada di bawah ruang lingkup Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), namun pihak kami juga ikut bekerjasama untuk menentukan cara terbaik dalam pengelolaannya, " kata Anden di Palangkaraya, Kamis (12/8).

Bukit Tangkiling merupakan kawasan wisata yang berada di bawah pengawasan BKSDA, sedangkan pihak Pemkot tidak memiliki hak sebelum adanya nota kesepakatan (MoU), ujar Anden.

Menurutnya, daerah wisata itu memiliki banyak potensi alam yang bisa dikembangkan lebih baik lagi, hingga kedepan dapat menjadi daya tarik para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Lebih lanjut Anden mengatakan, pihak BKSDA tidak mempersulit proses pengembangan potensi wisata selama tidak merusak sumber daya alam yang ada di Bukit Tangkiling.

Diungkapkannya, hingga saat ini kedua instansi tersebut masih mencari format terbaik dalam hal pengelolaan, agar dapat menarik wisatawan, tanpa perlu merusak keadaan sumber daya alam di sekitarnya.

Dirinya menambahkan, format tersebut segera mungkin akan ditentukan, mengingat Bukit Tangkiling telah menjadi tempat tujuan wisata bagi masyarakat Palangkaraya serta kabupaten lain terlebih lagi pada saat libur besar nasional.

Dijelaskan, pada momen tersebut, masyarakat dikenakan biaya masuk yang hasilnya diserahkan pada Kas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palangkaraya.

Sedangkan, bagi pihak pengelola hanya diberikan bagian sesuai dengan perjanjian awal yang berkisar kurang lebih 10%.

Sementara itu, berkaca dari  Dinas Pendapatan Daerah, Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lamongan,  yang  diolah selama periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2006 saja menunjukkan bahwa rata-rata elastisitas kesempatan kerja pada sektor pariwisata sebesar 2,29%. Sedangkan rata-rata pada sektor pendukung pariwisata sebesar 1,54%.

Pada sektor pariwisata dan sektor pendukung pariwisata mengalami elasticity. Rata-rata persentase kontribusi pendapatan sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 5,11%.

Kesimpulan yang dapat diambil dari catatan ini adalah pada sektor pariwisata, laju pertumbuhan produksi sektor pariwisata rata-rata per tahun sebesar 124,24% dan laju kenaikkan tenaga kerja yang terjadi sebesar 561,71%. Pada sektor pendukung pariwisata hotel, rumah makan, transportasi, rekreasi dan hiburan, rata-rata laju pertumbuhan jumlah sektor pendukung pariwisata adalah sebesar 16,74%, rata-rata laju kenaikkan tenaga kerja sektor pendukung pariwisata sebesar 27,84%.

Sedangkan sumbangan yang diberikan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 5,11% periode tahun 2001-2006. Laju pertumbuhan selama kurun waktu mulai tahun 2001-2006 mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, dapat diartikan dalam pengelolaan kepariwisataan yang dilakukan pada periode tahun 2001-2006 di Kabupaten Lamongan meningkatkan pendapatan sektor pariwisata dan mengurangi pengangguran. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita