Jumat, 25 Mei 2012
Pemprov Sulbar Bangun SMK Pertanian Kakao
Jumat, 13 Agustus 2010 04:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/8 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) bersiap membangun sekolah menengah kejuruan (SMK) pertanian Kakao yang khusus mengajarkan masalah pengembangan pertanian kakao di wilayah itu.

"Pemprov Sulbar telah menyiapkan lahan sekitar tujuh hektare di Kabupaten Mamuju untuk membangun SMK Pertanian Kakao yang membidani masalah pengembangan pertanian kakao," kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulbar, Jamil Barambangi, di Mamuju, Kamis.

Jamil mengatakan itu ketika menerima kunjungan kerja 19 anggota komisi X DPR-RI, yang membidani masalah pendidikan pariwisata kebudayaan dipimpin Hery Akmadi dari partai PDI-P di Mamuju.

Jamil mengatakan, pengembangan dan pembangunan SMK Pertanian Kakao di Kabupaten Mamuju dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetisi peserta didik tentang perlunya penguasaan materi lokal dalam rangka mengembangkan potensi sumber daya di miliki daerah ini yang kaya akan hasil kakao di masa mendatang.

"Pemprov Sulbar sudah lama ingin memprogramkan pembangunan sekolah kejuruan yang mengembangkan pengetahuan peserta didik berbasis lokal yakni dengan membangun sekolah SMK yang mengajarkan mengenai potensi sumber daya alam yang ada di daerah ini," katanya.

Menurutnya, hal tersebut penting agar sumber daya manusia di daerah ini dapat lebih baik dalam mengelola kekayaan alam yang cukup melimpah, yang ada di daerah ini dibidang pertanian, perikanan, peternakan, dan pertambangan.

Namun, kata Jamil, rencana pembangunan sekolah kejuruan di Sulbar ini selalu terhambat minimnya anggaran yang dimiliki pemerintah.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan, pemerintah pusat berpartisipasi dalam mewujudkan sekolah tersebut sangat dibutuhkan.

"Pemerintah di Sulbar sudah menyiapkan lahan sekitar 7 hektare, sehingga tugas pemerintah pusat membangun sarana dan prasarana serta kebutuhan operasionalnya yang lain," katanya.

Menanggapi usulan tersebut, ketua rombongan komisi X DPR-RI yang berkunjung ke Sulbar, Hery Akmady, mengaku sangat mendukung langkah tersebut demi pengembangan sumber daya manusia yang ada di Indonesia khususnya di wilayah Sulbar.

"Dulu perbandingan banyaknya sekolah kejuruan dan sekolah umum sekitar 70% ber banding 30%, kita ingin itu berbalik agar terjadi indeks pembangunan manusia kita. Kita bersyukur saat ini sekolah kejuruan dan sekolah umum sudah sebanding jumlahnya atau ‘Fifty Fifty,’ berkat upaya mengembangan sekolah kejuruan bagi masyarakat daerah ini," katanya.

Hery mengaku sangat mendukung upaya pembangunan sekolah kejuruan SMK Pertanian Kakao di Sulbar tersebut dan meminta agar Pemprov Sulbar segera menyampaikan usulannya tersebut kepada Pemerintah Pusat agar segera diakomodir dan dibantu pembiayaannya karena usulan tersebut sangat menarik.

Akhir-akhir ini pemerintah gencar mengiklankan  SMK, sebagai sekolah masa depan, sekolah yang dapat merespon masalah negara pengangguran dan kualitas pekerja. 

Secara umum perbedaan antara SMK dengan SMA, SMK ditujukan untuk siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Kurikulum SMA lebih banyak teori dibanding dengan praktek, sedang tempat belajar hanya di lingkungan sekolah dimana tamatannya tidak siap kerja dan belum bisa mandiri.

Dari uraian diatas, SMK adalah by design yang dipersiapkan oleh negara untuk dijadikan sebagai salah satu media negara dalam rangka menurunkan tingkat pengangguran, dan upaya menghadapi dunia kerja yang semakin hari semakin kompetetitif. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita