Jumat, 25 Mei 2012
Pengemis Mulai Bermunculan di Gorontalo
Jumat, 13 Agustus 2010 04:14
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/8 (SIGAP)- Sejak bulan Ramadhan dimulai Rabu (11/8) lalu, para pengemis terlihat bermunculan di beberapa tempat di wilayah Kota Gorontalo.

Dari pantauan ANTARA di Gorontalo, Kamis (12/8), pada pagi hingga sore hari para pengemis tersebut melakukan kegiatan meminta-meminta kepada para pembeli yang sedang berbelanja di beberapa pusat perbelanjaan.

Tukan seorang pengemis di pasar sentral Kota Gorontalo, mengaku terpaksa harus meminta-minta karena tidak punya pekerjaan.

Sementara itu, sejumlah warga Kota Gorontalo mengungkapkan, para pengemis terkadang dengan sikap memaksa dalam meminta sejumlah uang.

"Pokoknya gaya mereka ada bermacam-macam, selain memaksa, ada juga yang berupaya merayu dengan menyebut-nyebut kebaikan yang akan diberikan Tuhan jika mereka diberi uang," kata Zulvical.

Hal serupa juga terjadi pada malam hari ketika seluruh umat muslim yang berada di daerah tersebut melakukan ibadah sholat taraweh berjamaah di masjid.

Terutama di Masjid Jamin Baiturrahim Kota Gorontalo, puluhan pengemis mulai berjejer di halaman masjid untuk mengharapkan belas kasihan dari para jamaah yang melakukan sholat taraweh.

"Banyak wajah baru yang bermunculan, namun tak apalah mungkin dengan kehadiran mereka saya bisa memperbanyak pahala dengan sejumlah uang yang saya berikan," kata Rahmawati seorang ibu yang ikut sholat berjamaah di masjid tersebut.

Pengemis di Jakarta

Sementara itu Gubernur Jakarta Fauzi Bowo melarang para pengemis masuk ibukota selama bulan Ramadhan yang dimulai pertengahan Agustus 2010. Aksi pembersihan itu akan dimulai dengan menangkap koordinator pengemis.

"Tindakan tegas akan diterapkan untuk membersihkan Jakarta dari keberadaan pengemis dan sindikat pengemis," kata Foke, panggilan akrab Fauzi, di Jakarta, bulan lalu.

Foke mengatakan, untuk menangani permasalahan sosial yang sangat kompleks di Ibukota, tidak cukup dengan cara mengimbau saja. Akan tetapi, cara tegas juga harus diterapkan. Salah satunya dengan menindak melalui pemberlakuan peraturan daerah.

Khusus untuk menangani pengemis yang saat ini kian menjamur, kata Foke, penerapan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum harus benar-benar diterapkan.

Nantinya pembersihan pengemis dari Ibukota akan lebih fokus pada penangkapan orang-orang yang selama ini bertindak sebagai koordinator sindikat pengemis. Menurut Foke, bukan rahasia umum lagi kalau para pengemis beraksi dengan terkoordinir. Koordinator sindikat pengemis dinilai sangat jahat karena kerap mengeksploitasi anak-anak di bawah umur.

Selanjutnya Foke berharap seluruh warga dapat memahami bahwa keberadaan pengemis memang tidak baik. Ajaran agama memang mewajibkan setiap orang untuk membantu fakir miskin. Namun caranya bisa dengan menyalurkan pada tempat-tempat yang benar, bukan di lokasi umum karena akan mengganggu ketertiban.

Rencananya, pemerintah Jakarta akan menggelar penertiban terhadap sindikat pengemis selama satu bulan penuh, mulai 14 Juli-14 Agustus 2010 seperti dilansir bataviase. (laporan wa prasetya)

 

Arsip Berita