Jumat, 25 Mei 2012
Gubernur Jawa Barat: Utamakan Guru
Jumat, 13 Agustus 2010 02:20
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,13/8 (SIGAP) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat dengan lebih mengutamakan kepentingan para guru daripada yang lainnya.

Hal itu dikatakan Heryawan saat kunjungan kerja safari Ramadhan tarawih keliling di Masjid Raya Al Imam, Kabupaten Majalengka, Kamis (12/8). Pada kesempatan itu, Heryawan mengatakan, peran guru sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang cerdas dan berguna bagi kemajuan bangsa.

"Kita tidak mungkin menjadi seperti ini tanpa ada pendidikan dan jerih payah para guru," katanya dalam kegiatan yang dihadiri Bupati Majalengka Sutrisno dan wakilnya serta seluruh perwakilan unsur Muspida sewilayah III Cirebon dan Kepala Badan Koordinasi perwakilan Pemerintahan (BKPP) Wilayah Cirebon Ano Sutrisno.

Namun Heryawan menyayangkan, ternyata angka partisipasi masyarakat Jawa Barat usia SMA yang melanjutkan sekolahnya hanya 57% saja atau berada di ranking 32 di tingkat nasional.

"Faktanya angka usia SMA di Jabar yang tidak melanjutkan sekolah masih tinggi yaitu 43%. Oleh karena itu butuh upaya untuk memajukan kembali pendidikan dan meningkatkan minat generasi muda melanjutkan sekolahnya," kata Heryawan.

Untuk mewujudkannya, Heryawan bertekad dalam kurun waktu 2 tahun ke depan pihaknya dengan dukungan seluruh pimpinan daerah se-Jawa Barat akan berupaya meningkatkan pendidikan nasional hingga bisa mencapai angka partisipasi pendidikan SMA bisa mencapai 80% pada tahun 2013 menyaingi Jakarta.

"Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan memberi perhatian khusus kepada para guru. Selain itu untuk para guru juga diharapkan untuk lebih kreatif dalam pengajaran sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa dan banyak menciptakan generasi muda yang cerdas dan produktif," katanya.

Sebagai bentuk perwujudannya, gubernur dalam kesempatan tersebut memberikan bantuan dana fasilitasi dan insentif untuk guru-guru madarasah ibtidaiyah se-wilayah III Cirebon sebesar Rp223 juta untuk 186 guru di Kabupaten Majalengka, Rp198 juta untuk 155 guru di Kabupaten Kuningan, Rp255 juta untuk 213 guru di Kabupaten Cirebon, Rp306 juta untuk 255 guru di Kabupaten Indramayu dan Rp21 juta untuk 18 guru di Kota Cirebon.

Sementara itu di Jawa Tengah, salah satu permasalahan pokok didunia pendidikan adalah rasio pendidik dan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Sri Suranto mengatakan, sebenarnya saat ini perbandingan guru dan murid sudah cukup ideal jika menilik dari jumlah yang ada.

Suranto mengakui pemerataan guru yang kurang optimal di wilayah setempat. Hal itu disebabkan sejumlah kendala, diantaranya kewenangan mutasi guru yang berada di tangan Bupati.

Suranto menuturkan, selama ini Dinas hanya berwenang memberikan nota tugas guna penempatan guru di sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.

“Perbandingannya sekarang antara 1:17 sampai 1:18, sudah ideal. Tetapi karena berbagai kendala yang ditemui, pemerataan guru belum seperti yang diharapkan, namun itu hanya ada di sekolah-sekolah tertentu,” ungkapnya kepada solopos minggu lalu. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita