Jumat, 25 Mei 2012
Menperin Berharap Ekspor Meningkat Akhir 2010
Jumat, 13 Agustus 2010 01:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/8 (SIGAP) - Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengharapkan sektor ekspor Indonesia dapat meningkat pada akhir 2010 untuk menekan peluang timbulnya defisit perdagangan.

"Sekarang ini memang `prefer` ke China untuk (peningkatan) impor barang komoditi. Mereka lebih besar impor daripada ekspornya. Tapi menjelang 2011 mudah-mudahan kita bisa meningkatkan ekspor tersebut," kata M.S. Hidayat seusai rapat koordinasi di Jakarta, Kamis (12/8).

Menurut Hidayat, peluang meningkatkan sektor ekspor sangat besar untuk barang-barang pertanian dan kemungkinan Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke China sangat besar karena kinerja perdagangan masih defisit.

"Ada beberapa ekspor kita menurun di kawasan China, barangkali 2011 harus kita tingkatkan, sekarang masih tekor 2 miliar dari ekspor dengan impor, walau dari seluruh total perdagangan kita masih bagus," ujarnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, memang ada penurunan dari segi ekspor akhir-akhir ini, namun diharapkan hanya sementara karena laju impor fluktuatif, terutama pada barang modal.

"Tercermin dari PPN impor yang naik, dan juga tercermin dari pertumbuhan di sektor industri yang 4%. Artinya, manufaktur kita tumbuh. Belum sampai 7% memang, tapi kurang dari 2%, sekarang 4% kan tumbuh, kita akan kejar," ujarnya.

Hatta menegaskan, dalam rangka meningkatkan sektor ekspor, pemerintah akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan infrastruktur untuk menekan biaya tinggi dan menghambat daya saing.

"Untuk ekspor, kita tentunya yang sudah jelas pertama tingkatkan saja infrastruktur. Tekan `high cost` ekonomi, transportasi yang menyebabkan `high cost`. Kemudian, tingkatkan `competitiveness`," ujar Hatta.

Kemudian, diharapkan tumbuh industri kecil sebagai pengganti barang-barang baku impor serta membangun hilirisasi dari industri hulu yang saat ini sudah dapat menjadi sektor unggulan.

"Elektronik kita banyak komponen impor. Kita mulai membangun industri-industri pemasok itu, disamping kita membangun hilirisasi dari industri hulu kita yang kuat. Misalkan palm oil, jangan CPO saja diekspor, namun `downstream` harus dikembangkan," ujar Hatta.

Menurut catatan SIGAP, ekspor produk dan peralatan elektronik sepanjang tahun ini diyakini bisa melonjak 14,29% dari US$7,5 miliar pada 2009 menjadi US$8,57 miliar seiring membaiknya daya beli terutama pascakrisis keuangan dunia.

Wakil Ketua Sekretaris Jenderal Federasi Gabungan Elektronik (F-Gabel) Yeane Keet optimistis ekspor elektronik bisa menembus angka sebesar itu karena realisasi ekspor sepanjang semester I/2010 diprediksi sudah mencapai di atas US$4 miliar.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia selama Juni 2010 mencapai 12,29 miliar dolar AS atau mengalami penurunan 2,87% dari nilai ekspor pada bulan Mei 2010.

"Penurunan itu terjadi karena menurunnya ekspor migas," kata Kepala BPS Rusman Heriawan.

Jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, kinerja ekspor Juni 2010 masih mengalami kenaikan 31,04%.

Sementara, ekspor nonmigas selama Juni 2010 masih mengalami kenaikan, yaitu 1,02% dari nilai ekspor pada bulan Mei. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita