Jumat, 25 Mei 2012
Potensi zakat mencapai Rp100 triliun per tahun
Kamis, 12 Agustus 2010 07:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/8 (SIGAP) - Ketua Umum Baznas Didin Hafidudin, di sela pendirian gerai UPZ Baznaz PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), di Menara Kadin, Jakarta, mengatakan nilai potensi tersebut merupakan hasil pengkajian Bank Pembangunan Asia.

"Zakat yang selama ini terkumpul masih sangat kecil. Untuk itu kami akan terus mensosiaisasikan zakat melalui pendirian UPZ," katanya, Rabu (11/8).

Dijelaskannya pada 2007 dana zakat yang terkumpul di Baznas hanya mencapai Rp450 miliar, 2008 meningkat menjadi Rp920 miliar, dan pada 2009 tumbuh menjadi RP1,2 triliun.

"Untuk 2010, dengan berbagai program sosialisasi, Baznas bisa terkumpul mencapai Rp1,5 triliun," paparnya.

Baznas memiliki 5 program, yaitu Indonesia Sehat, Indonesia Cerdas, Indonesia Peduli, Indonesia Makmur, Indonesia Taqwa.

Didin menuturkan, beberapa kegiatan penyaluran zakat seperti perbaikan infrastruktur air bersih di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta.

Program Indonesia Sehat, seperti mendirikan rumah sakit gratis untuk kaum dhuafa, di kawasan Mesjid Sunda Kelapa, Jakarta.

Program Indonesia Cerdas, memberikan beasiswa kepada sekitar 15.000 siswa dan mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

Sedangkan Indonesia Makmur, meliputi pemberdayaan masyarakat di sejumlah daerah antara lain, Aceh, dan Yogyakarta.

Menurut Didin, untuk mengoptimalkan pelaksanaan zakat, diharapkan tidak hanya melibatkan BUMN tetapi juga membutuhkan peran perusahaan swasta, termasuk perbankan syariah.

Didin menyatakan, dengan pengalaman Baznas dalam mengelola zakat tersebut, ADB akan menjadikan program-program tersebut sebagai contoh untuk penerapan pengelolaan zakat di sejumlah negara. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita