Jumat, 25 Mei 2012
Tiga Kabupaten Bengkulu Ditetapkan Rawan Bencana
Rabu, 11 Agustus 2010 07:04
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/8 (SIGAP) – Tiga kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kabupaten Muko Muko ditetapkan sebagai daerah rawan bencana dan tsunami. Demikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Nana Sujana.

"Badan penanggulangan bencana nasional sudah menetapkan tiga kabupaten dan kota ini sebagai daerah yang rawan gempa bumi dan tsunami," katanya di Bengkulu.

Nana mengatakan, dari kajian BNPB, Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Muko Muko rentan sebagai daerah rawan bencana khususnya kategori gempa bumi dan tsunami karena berada di pertemuan lempeng aktif Indoaustralia dan Eurasia.

Dijelaskan, ketiga daerah ini mendapat kategori yang sama dengan 6 daerah kabupaten dan kota di pesisir pantai Barat Sumatera yang masuk dalam wilayah Provinsi Sumatera Barat serta 2 daerah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. "Hal ini juga terbukti dengan beberapa hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sehingga menetapkan 11 kabupaten dan kota sebagai daerah rawan bencana dan tsunami," jelasnya.

Selain itu tidak ada yang bisa membantah bahwa daerah ini dilalui patahan-patahan lempeng yang menjadi sumber gempa. Untuk itu diharapkan agar semua elemen masyarakat selalu siaga untuk mengurangi resiko saat bencana terjadi.

Berkaitan dengan upaya mengurangi risiko bencana tersebut, Erna Witoelar berharap pemerintah setempat segera melakukan persiapan menghadapi bencana. “Peringatan ini harus ditindaklanjuti persiapan dan sosialisasi kepada semua kalangan masyarakat,” kata Erna kepada SIGAP, Rabu (11/8).

“Tindakan ini sebagai langkah tanggap bencana,” imbuh istri Rachmat Witoelar.

Melalui sosialisasi, masyarakat dapat menghadapi sedini mungkin, kemungkinan datangnya bencana. “Ini meminimalisir dampak maupun korban. Jangan bersifat reaktif tetapi harus pro aktif,” katanya. (laporan sofyan badrie/ant)



 

Arsip Berita