Jumat, 25 Mei 2012
Bengkulu: Warga Minta Kompensasi Pemusnahan Unggas
Rabu, 11 Agustus 2010 06:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/8 (SIGAP) - Warga Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, meminta Pemerintah Kota untuk memberikan dana kompensasi bagi warga yang unggas peliharaannya dimusnahkan karena terjangkit flu burung.

Demikian dikata Hendra, warga Dusun Besar di Bengkulu, Rabu (11/8). "Kita minta Pemerintah Kota Bengkulu untuk memberikan dana kompensasi terhadap hewan unggas milik warga yang dimusnahkan karena terjangkit flu burung. Jika tidak diganti warga akan rugi besar karena unggas itu dipelihara sebagai penghasilan tambahan," katanya.

Selama ini, ribuan ekor unggas milik warga telah dimusnahkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu karena terindikasi terjangkit flu burung.

Warga minta Wali Kota Bengkulu mempertimbangkan kembali kebijakan yang tidak memberikan dana kompensasi terhadap pemusnahan unggas warga yang terjangkit flu burung.

Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedi yang ditemui secara terpisah mengatakan, Pemkot tidak memiliki dana untuk memberikan ganti rugi kepada masyarakat terhadap unggas miliknya yang dimusnahkan kerena terjangkit flu burung.

Jika unggas yang terjangkit virus H5N1 tidak dimusnahkan dengan cara dibakar, dikhawatirkan penyakit tersebut akan menyebar luas di Kota Bengkulu.

"Jadi, satu-satu jalan agar penyakit ini tidak meluas di Kota Bengkulu setiap unggas warga terkena flu burung kita bakar," ujarnya.

Seharusnya, kata Wali Kota Bengkulu, warga tidak perlu menuntut ganti rugi kepada pemerintah untuk unggasnya yang dimusnahkan. Sebab, pemusnahan ini dilakukan demi kepentingan bersama.

Pemkot Bengkulu tidak akan memaksa warga untuk memusnahkan unggasnya yang terindikasi terkena flu burung.

"Jika warga keberatan pemusnahan tidak dilakukan, tapi bila terjadi masalah di kemudian hari jangan salahkan Pemkot Bengkulu," katanya.

Seperti  yang diberikan SIGAP sebelumnya, sebanyak 4.559 ayam mati mendadak di Bengkulu dalam 2 bulan terakhir. Ini menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat bahwa ayam-ayam tersebut terjangkit virus flu burung.

Koordinator Pengendalian Penyakit Flu Burung Bengkulu Emran Kuswadi, mengatakan sebagian ayam yang mati mendadak itu memang terjangkit virus flu burung atau H5N1.

Untuk mencegah kerugian lebih besar lagi, katanya, pemerintah daerah ini perlu mengambil langkah untuk mengatasi serangan penyakit tersebut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita