Jumat, 25 Mei 2012
Presiden: Negara Tidak Akan Kalah Dari Kejahatan
Rabu, 11 Agustus 2010 06:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/8 (SIGAP) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa negara tidak akan kalah dari kejahatan, termasuk aksi terorisme.

"Saya memang dengar ada yang ancam ketika kita sedang melaksanakan peringatan kemerdekaan. Bisa saja ada orang yang punya niat seperti itu, merancang kegiatan yang tidak patut," kata Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (1/8).

Presiden berharap ancaman tersebut tidak membuat surut dalam merayakan hari bersejarah, peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

"Yang penting kepolisian, TNI, meningkatkan pengamanan dan kita tingkatkan kewaspadaan. Selebihnya berjalan biasa karena negara tidak boleh kalah dengan kejahatan," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengatakan bahwa kasus terorisme adalah kasus yang sensitif di Indonesia.

"Kita tahu di negeri kita, masalah ini (teroris) adalah masalah sensitif karena sering diantara kita salah paham, terhadap apa yang dilakukan penegak hukum," katanya.

Karena itu, kata Presiden, upaya penanganan ancaman terorisme hendaknya dilakukan dengan tepat secara profesional dan dapat dijelaskan kepada publik.

Dalam Sidang Kabinet itu Kepala Negara kemudian meminta Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri untuk menjelaskan mengenai kasus terorisme baru-baru ini.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu di sela-sela kunjungan kerja ke Bandung, Presiden mengatakan bahwa ada ancaman dari pihak-pihak yang berniat buruk.

Namun Kepala Negara menegaskan bahwa aksi terorisme tidak akan menang di Indonesia.
Seperti yang diberitakan detik.com sebelumnya,  Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir (ABB) kembali ditangkap Mabes Polri.  Ba'asyir ditangkap di Banjar Patroman (dulu bagian Ciamis), Jawa Barat. Belum jelas apa alasan Ba'asyir ditangkap.

Salah seorang sumber detikcom, Senin (9/8/2010), Ba'asyir ditangkap seusai mengisi pengajian. Menurut sumber itu, pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki itu ditangkap saat dalam perjalanan dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah.

"Tiga hari terakhir, ABB berada di Jawa Barat mengisi pengajian di Bandung, Tasikmalaya dan beberapa kota lainnya," kata sumber itu.

Nah, malam tadi ABB mengakhiri pengajian di Tasik Malaya, Jawa Barat dan berencana kembali ke Solo. Dan pada Senin dinihari, ABB ditangkap aparat kepolisian di Banjar Patroman.

Hingga saat ini, belum ada keterangan dari polisi mengenai penangkapan ABB. Namun, kabar penangkapan ABB ini tidak mengejutkan. Karena sebelumnya, disebut-sebut ABB telah diincar polisi karena terkait isu terorisme. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita