Jumat, 25 Mei 2012
Program Konversi Gas di Lampung Timur Terealisasi
Rabu, 11 Agustus 2010 06:04
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/8 (SIGAP) - Program konversi minyak tanah ke gas di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, mulai terealisasi, menyusul telah didistribusikannya tabung elpiji ke sejumlah kecamatan di daerah itu.

"Tabung elpiji yang sebelumnya telah dijanjikan, kini sudah kami terima," kata seorang warga Sumarni (48) di Desa Nampirejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, sekitar 75 Km dari Bandarlampung, Selasa (10/8).

Sumarni mengungkapkan, pendistribusian tabung elpiji telah dilaksanakan di daerahnya sekaligus warga mendapat sosialisasi mengenai tata cara pemakaian tabung elpiji yang benar.

"Sebelum warga menerima tabung elpiji, kami mendapat pengarahan dari pihak Pertamina agar dapat mempergunakan elpiji sesuai aturan," paparnya.

Dirinya mengaku baru pertama kali melihat cara penggunaan elpiji terutama untuk memasak, sehingga berkeinginan untuk belajar menggunakannya.

"Melihat pengarahan yang diperikan petugas dari Pertamina, penggunaan tabung gas itu mudah. Meski masih banyak warga yang khawatir kalau meledak seperti yang ada di televisi," ungkapnya.

Warga lain, Untung (50), di Desa Telogorejo, kecamatan yang sama, mengatakan, program konversi minyak tanah ke gas telah dilaksanakan di daerahnya.

Menurutnya, warga ada yang sudah paham menggunakan tabung elpiji dan sebagian lagi yang masih ingin terus belajar.

"Meskipun sudah diberi pengarahan oleh pihak Pertamina, namun pemahaman setiap warga mengenai tata cara pemakaian belum merata," jelasnya.

Mengenai informasi maraknya tabung elpiji yang bocor setelah dibagikan, lanjutnya, memang terjadi di daerahnya, namun sebagian warga sudah menukarkannya.

"Setelah kembali ke rumah, warga mencelupkan tabung elpiji ke air. Ternyata beberapa warga menemukan ada tabung yang bocor dan langsung menukarkannya," paparnya.

Sementara itu, PT Pertamina Depo Panjang Lampung telah mendistribusikan tabung elpiji ukuran 3 kilogram ke sejumlah kecamatan di Lampung Timur dan Kota Metro.

Sales Representative Pertamina Gas Domestik Region II, I Gusti Bagus Suteja menjelaskan, pendistribusian tabung elpiji di Kabupaten Lampung Timur masih dalam proses dan sudah terealisasi sekitar 75%.

"Kami menargetkan distribusi tabung elpiji di 24 kecamatan se-Lampung Timur hingga akhir Agustus 2010 ini," katanya.

Gusti  mengatakan, apabila program konversi gas ini berhasil maka akan mampu menghemat subsidi dari pemerintah mencapai dua puluh triliun rupiah per tahunnya.

Selain itu, pendistribusian tabung elpiji telah dilaksanakan di beberapa daerah, antara lain di Kecamatan Sekampung, Batanghari, Bumiagung, Margatiga, Pekalongan, Batangharinuban, Ramanutara, Purbolinggo, Waybungur, dan Sukadana.

Seperti diketahui, program Konversi Minyak Tanah ke Liquified Pressurized Gas (LPG) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi subsidi BBM, dengan mengalihkan pemakaian minyak tanah ke LPG.

Program ini diimplementasikan dengan membagikan paket tabung LPG beserta isinya, kompor gas dan accessoriesnya kepada rumah tangga dan usaha mikro pengguna minyak tanah.

Untuk mengurangi dampak sosial atas diberlakukannya program ini, pendistribusian LPG dilakukan oleh eks Agen dan Pangkalan Minyak Tanah yang diubah menjadi Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kg. Program ini ditugaskan kepada Pertamina, berkoordinasi dengan Departemen terkait, dan direncanakan pelaksanaannya secara bertahap antara tahun 2007 – 2010. (laporan wa prasetya/ant)


 

Arsip Berita