Jumat, 25 Mei 2012
Danrem Suryakancana Sosialisasikan Penanaman Pohon
Selasa, 10 Agustus 2010 07:20
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/8 (SIGAP) - Komandan Korem 061/Suryakancana Kol Inf Doni Monardo, menggandeng 38 Pondok Pesantren yang ada di wilayah Kota, Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi untuk menyosialisasikan penanaman pohon.  "Ada 38 pondok pensantren yang kita libatkan dalam sosialisasi penanaman pohon yang menjadi program kerja TNI," kata Doni, disela-sela acara, yang digelar di Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. 

Sosialisasi tersebut masuk dalam program Gosong atau Global Warming Bukan Omong Kosong, sebuah program Korem dalam mensosialisasikan program pemerintah untuk melakukan penanaman.  Sebanyak 7.500 hingga 200.000 bibit pohon trembesi dan albasia akan dibagikan kepada para santri untuk ditanam di masing-masing Ponpes tersebut.

Doni menjelaskan, tujuan sosialisasi tersebut untuk membantu pelaksanaan program Pemerintah yakni penanaman kembali pohon untuk mencegah global warming.  "Ini salah satu program utama kita dalam membantu program kerja pemerintah yakni melakukan penanaman kembali," katanya.

Danrem mengatakan sebanyak 200.000 ribu bibit trembesi dan albasia yang disiapkan untuk ditanam dan dibagikan kepada 38 Ponpes.  "Saat ini baru sekitar 80.000 yang sudah siap tanam dan akan dibagikan," katanya.

Lokasi pembibitan terletak di Komplek Perumahan Elit Rancamaya, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Dilahan seluas 1,5 hektar merupakan kerjasama antara Korem 061/Suryakancana dengan Pengembang Perumahan Rancamaya.

Penanaman pohon Trembesi, menurut Danrem sangat baik karena pohon tersebut mampu menyerap 28,5 ton karbon perpohon per tahunnya.  Pohon tersebut, menurut Danrem juga mampu menghasilkan oksigen lebih banyak dibanding pohon-pohon lainnya.

Aksi penanaman pohon yang melibatkan pesantren disambut baik oleh KH Amidhan, Ketua MUI Pusat.  “Gerakan menanam ini sangat baik bagi kelangsungan kehidupan umat manusia maupun alam semesta,” katanya kepada SIGAP, Selasa (10/8).

Menurut KH Amidhan,  pesantren sebagai kelompok strategis sejatinya dijadikan mitra  oleh pemerintah dalam membangun peradaban manusia. “Termasuk upaya melestarikan lingkungan hidup,” tandas pensiunan Departemen Agama ini.

Dengan menanam pohon itu berarti kita telah berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya. “Orangtua kita yang terdahulu telah menanam pohon dan kita merasakan manfaat dari apa yang telah mereka tanam. Lalu, kapan kita bisa menanam?” imbuh mantan anggota Komnas HAM ini.

Oleh karena itu, harap KH Amidhan, gerakan menanam pohon selain menjadi gerakan nasional juga menjelma  menjadi kesadaran setiap individu. “Islam pun mewajibkan  umatnya untuk peduli terhadap upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup,”kata KH Amidhan. (laporan Sofyan Badrie/ant)




 

Arsip Berita