Jumat, 25 Mei 2012
Penumpang Busway Naik 18% Pasca Pensterilan
Selasa, 10 Agustus 2010 06:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/8 (SIGAP) - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan jumlah penumpang bus Transjakarta busway meningkat 18% atau total penumpang sebanyak 174.471 orang untuk 4 koridor.

"Jumlah penumpang sebanyak 174.471 orang. Rata-rata kenaikan sebesar 18,26 persen," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Pristono menjelaskan, berdasarkan data pada Jumat (6/8) terdapat 174.471 orang dengan rincian mencapai 81.437 orang atau naik 17,04% di koridor I (Blok M - Kota), Koridor III (Kalideres - Harmoni) sebanyak 33.295 orang atau naik 14,91%.

Sedangkan Koridor V (Kampung Melayu - Ancol) sebanyak 30.975 orang atau naik 23,24 % dan Koridor VI (Ragunan - Dukuh Atas) sebanyak 28.764 orang atau naik 17,84%.

Sedangkan jarak antara bus (headway) bus Transjakarta semakin cepat, yaitu menjadi 2-5 menit per bus dari sebelumnya yang mencapai 5-10 menit per bus.

Mengenai keinginan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo agar jumlah penumpang busway sebesar 25%, Pristono yakin target tersebut bisa dipenuhi bila kendala-kendala yang dihadapi busway bisa diatasi.

Ada tiga kendala utama busway saat ini yaitu mengenai harga bahan bakar gas (BBG), partisipasi masyarakat dalam sterilisasi dan soal jumlah putaran balik di jalur busway.

Pristono mengharapkan adanya keputusan dari Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral untuk memberlakukan satu harga BBG yang saat ini ada 2  harga yaitu Rp2.562 dan Rp3.500 LSP (liter setara premium).

"Dengan satu harga maka akan menambah kecepatan busway beroperasi," katanya.

Mengenai partisipasi masyarakat, Pristono mengharapkan agar masyarakat makin sadar untuk tidak masuk lagi ke jalur busway.

Sementara untuk putaran jalan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sedang mengkaji perlunya putaran jalan sepanjang jalur busway.

"Untuk putaran jalan, kita sedang mengkaji. Nantinya kita akan selektif akan menguranginya," kata Pristono.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menginginkan adanya kenaikan jumlah penumpang sebesar 25% pascapensterilan.

"Jumlah penumpangnya naik 18% selama seminggu ini. Saya mintanya kalau bisa naik 25% bukan 18%, karena saya ingin lebih banyak lagi orang menggunakan busway," kata Fauzi Bowo yang lebih akrab dipanggil Foke di balaikota DKI Jakarta, Senin.

Untuk memenuhi target 25% tersebut, Foke mengatakan layanan dan fasilitas busway.

"Salah satunya putaran jalan (u-turn) akan kita kurangi, bukaanp-bukaan yang memungkinkan kendaraan akan berputar akan kita batasi, karena kalau berputar kan akan memperlambat arus lalu lintas transjakarta, dengan begitu tingkat kecepatan perjalanan dan ketepatan perjalanan juga akan bertambah," katanya.

Foke mengatakan kenaikan jumlah penumpang sekitar 18% merupakan indikator bahwa masyarakat menyambut baik pensterilan jalur busway.

Oleh karena itu, Foke meminta akan menambah ketersediaan bus Transjakarta pada koridor yang padat penumpang.

"Kita juga akan menyediakan ketersediaan bis harus kita siapkan. Bukan penambahan armada, tapi dimana armada itu dibutuhkan ya armada tersebut harus ada," katanya.

Untuk itu, Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta akan akan menyesuaikan kontrak dengan para operator bus Transjakarta.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, kepada tempo, memperkirakan hasil sterilisasi busway yang efektif sejak kemarin bisa memangkas waktu tempuh Transjakarta sebesar 30%.

Sterilisasi busway dilakukan oleh satgas gabungan petugas kepolisian, Dinas Perhubungan DKI, Garnisun TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Sterilisasi itu, selain untuk memangkas waktu tempuh Transjakarta, diharapkan bisa mengurangi tingkat kecelakaan yang sering dialami bus Transjakarta dan meningkatkan daya angkut penumpang. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita