Jumat, 25 Mei 2012
Muaraenim: Kelompok Petani Kembangkan Pertanian Organik
Selasa, 10 Agustus 2010 02:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/8 (SIGAP) - Kelompok tani dan penyuluh pertanian di Desa Embawang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, bekerja sama dengan PT Medco E&P Indonesia melakukan uji coba metode budidaya pertanian organik.

"Sebelum melakukan uji coba ada sekitar 50 petani yang tergabung dalam kelompok tani Beringin dilatih oleh 34 penyuluh pertanian lapangan dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Kabupaten Muaraenim," kata Operation Manager PT Medco E&P SSE Blok Lematang Tutu Paniji, Senin (9/10).

Dikatakannya, program pelatihan bagi petani merupakan program sosial penunjang operasi PT Medco E&P Indonesia.

"Petani dilatih dan diberikan ilmu baik secara teori maupun praktek berupa ilmu pengolahan tanah yang lebih ramah lingkungan. Setelah diberikan pelatihan, para petani akan mempraktekkan ilmu yang didapat dengan mengembangkan padi SRI Organik di atas lahan seluas 18,5 hektare," ungkapnya.

Tutu menambahkan, nantinya di Desa Embawang itu dijadikan lokasi percontohan pengembangan pertanian organik.

Pertanian organik sendiri merupakan metode budidaya tanaman yang intensif, efisien, dan ramah lingkungan.

"Kita akan menggunakan sistem pengakaran yang berbasis pengolahan tanah, tanaman, dan air. Semua bahan yang digunakan dalam budidaya ini termasuk pupuknya berasal dari kompos sehingga ramah lingkungan dan hasilnya baik bagi kesehatan," ujarnya.

Menurut Tutu, pupuk organik merupakan pupuk yang paling aman dan murah, dan kedepan potensi lokal bisa menjadi pengganti pupuk kimiawi.

"Kita berharap kedepan Muaraenim bisa swasembada pangan," ujarnya.

Sementara, Bupati Muaraenim Muzakir SS, mengatakan jika program pertanian organik yang dikenalkan oleh PT. Medco E&P Indonesia itu sejalan dengan keinginan Pemkab Muaraenim untuk menciptakan pertanian berbasis ramah lingkungan.

"Melalui program ini kita akan mampu merubah pola penggunaan bahan-bahan kimiawi dalam sistem pertanian akan ditinggalkan. Kita akan lihat dulu penerapan sistem ini bagi hasil pertanian penduduk disini, bila berhasil maka saya akan berikan bantuan satu unit traktor," katanya.

Seperti diketahui, pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dalam prakteknya, pertanian organik dilakukan dengan cara, antara lain ; pertama, menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika (GMO = genetically modified organisms-red).

Kedua, menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman.

Ketiga, menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh  (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis. Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan batuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.

Keempat, menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak.

Manfaat Pertanian Organik 

Dalam catatan SIGAP, sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan pertanian organik antara lain, secara kesehatan;  dapat menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75% dibanding pertanian konvensional. Disamping itu, produk pertanian organik juga mempunyai kandungan vitamin C,  kalsium, dan beta karoten yang lebih tinggi.

Keuntungan lainnya, mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani, karena petani akan terhindar dari paparan (exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia sintetik dalam produksi pertanian.
Selain itu, mampu meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Pasalnya, pertanian organik, menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dan memanfaatkan limbah kegiatan pertanian seperti kotoran ternak dan jerami sebagai pupuk kompos.

Dari sisi, kualitas tanah mampu menjaga sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang baik merupakan hal yang penting dalam pertanian organik. Untuk itu, dalam pertanian organik diutamakan cara pengelolaan tanah yang meminimalkan erosi, meningkatkan kandungan bahan organik tanah serta mendorong kuantitas dan diversitas biologi tanah.

Dalam pertanian organik peningkatan kesuburan tanah dilakukan tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita