Jumat, 25 Mei 2012
Ibu Negara: Galakkan Kembali Program KB
Senin, 09 Agustus 2010 06:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/8 (SIGAP) – Ibu Negara Ani Yudhoyono menyerukan agar masyarakat menggalakkan kembali program Keluarga Berencana (KB). Menurut Ibu Negara, Indonesia harus mewaspadai terjadinya ledakan jumlah penduduk yang bisa berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat.

Demikian di sampaikan Ibu Negara dalam acara peringatan Pekan Air Susu Ibu (ASI) Internasional yang diselenggarakan di Silang Monas, Jakarta, Minggu (08/08). 

“Program KB perlu digalakkan kembali, kita ingat beberapa waktu lalu BPS lakukan sensus 2010, meski hasilnya belum diumumkan resmi hampir dipastikan terjadi peningkatan jumlah penduduk," katanya.

Ibu Negara menyatakan, Indonesia harus mewaspadai terjadinya ledakan jumlah penduduk yang bisa berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Saya ingin ingatkan untuk rencanakan dengan baik setiap kelahiran. Atur jarak kelahiran, atur jumlah kelahiran dalam keluarga," imbaunya.

Selain itu, Ibu Negara juga mengimbau agar semua lapisan masyarakat khususnya keluarga muda untuk mementingkan kualitas anak dibandingkan kuantitas anak. "Lebih baik kita berbicara kualitas dan kuantitas, mari kita wujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, keluarga kecil namun berkualitas," kata Ani Yudhoyono.

Terkait kampanye pemberian ASI eksklusif pada bayi minimal hingga usia 6 bulan, Untuk itu Ani menyerukan kepada ibu yang memiliki bayi di bawah usia 2 tahun untuk tidak ragu-ragu memberikan ASI dan mengesampingkan mitos buruk bila perempuan menyusui seperti bentuk badan yang tidak indah dan mitos lainnya. "Jangan gengsi, sibuk bekerja, itu hanya mitos saja, cerita dari mulut ke mulut, dengan olah raga teratur badan kita bentuknya tetap ideal," tegasnya.

Sementara bagi ibu hamil, Ani mengingatkan agar terus menambah pengetahuan tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan juga informasi lain terkait kelahiran bayi dan pemberian ASI.

Seperti diketahui, rangkaian Pekan ASI Internasional 2010 telah dimulai sejak Juli lalu. Acara ini meliputi beberapa kegiatan antara lain workshop penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui dan penyebarluasan informasi mengenai menyusui dengan ASI melalui berbagai media dan sarana komunikasi lainnya. Peringatan Pekan ASI Internasional tersebut dihadiri oleh 3.500 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

Peringatan Pekan ASI Internasional ini terselenggara berkat kerjasama sejumlah lembaga seperti World Vision dan mitranya Wahana Visi Indonesia dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah DKI Jakarta serta Mercy Corps, UNICEF (Badan Anak Anak PBB), WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). (laporan rusman/pi)

 

Arsip Berita