Jumat, 25 Mei 2012
Kondisi Situ Ciburuy Memprihatinkan
Senin, 09 Agustus 2010 05:39
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/8 (SIGAP) - Warga pecinta Situ Ciburuy mengaku prihatin dengan keindahan Situ Ciburuy yang terganggu oleh tumpukan sampah di area sekitar situ tersebut. Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata Objek Daya Tarik Wisata (Kompepar ODTW) Situ Ciburuy, Irwansyah, meminta Pemkab Bandung Barat agar membenahi persoalan sampah Situ Ciburuy.

Menurut Irwansyah, volume sampah di Situ Ciburuy terus bertambah setiap hari karena masyarakat dari 20 RW di sekitar Situ Ciburuy selalu membuang sampah ke situ.

"Tidak sepantasnya warga membuang sampah ke situ. Sebab, Situ Ciburuy seharusnya menjadi kebanggaan kita bersama. Namun demikian, kita pun mengharapkan agar Pemda bisa ikut meyelesaikan masalah sampah ini," tutur Irwansyah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan, penataan dan pengelolaan objek wisata Situ Ciburuy di Kabupaten Bandung Barat akan segera dilakukan bersama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat melalui tim gabungan yang tengah dibentuk.

Pengelolaan bersama itu perlu segera dilakukan mengingat objek wisata tersebut kini kondisinya masih belum terawat dengan baik, terutama berkaitan dengan sampah yang dibuang masyarakat sekitar setiap hari.

Khatimi Bachri, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Bandung, menyayangkan perilaku masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan. “Perilaku membuang sampah ini mestinya  dicegah agar tidak menjadi kebiasaan yang berlarut-larut, ” kata Khatimi kepada SIGAP, Senin (9/8).

Bila perilaku ini tidak ditindak tegas, lanjut Khatimi, tidak mustahil sampah yang menumpuk mengakibatkan banjir bila hujan turun karena terjadi pendangkalan di danau. “Pemkab Bandung sejatinya dapat segera mengambil langkah-langkah pencegahan dan pembersihan sampah,”ungkap Khatimi.

Selain itu, katanya, pendidikan tentang  lingkungan hidup perlu diberikan kepada warga sebagai langkah preventif mencegah datangnya bencana.  “Program ini dapat dijalankan dengan melibatkan pemimpin-pemimpin  informal,” jelas Khatimi.

“Jangan sampai musibah banjir sudah melanda, baru pihak Pemkab bereaksi. Ini jelas terlambat,” tegas tokoh pemuda. Mentalitas dan sikap reaktif inilah yang mesti diubah oleh bangsa kita. Dan ini dapat dimulai dari hal-hal yang sepele, seperti  membuang sampah. (laporan Sofyan Badrie/ant)

 

Arsip Berita