Jumat, 25 Mei 2012
Selama 4 Hari Pulau Buru Terendam Banjir, 3 Desa Terisolasi
Sabtu, 07 Agustus 2010 23:10
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/8 (SIGAP) - Pulau Buru Maluku, sampai saat ini masih terendam banjir.Terhitung sejak Rabu (4/8), luapan air dari sungai Waeapo dan Waegereh mengakibatkan masyarakat di Pulau Buru tak bisa menjalankan aktivitasnya. Sedikitnya 5 desa terendam banjir.

Banjir mengakibatkan 3 desa di Waeapo terisolasi. Banjir juga menyebabkan fasilitas-fasilitas umum rusak, seperti puskesmas, 4 sekolah dasar, dan Kantor Camat Waeapo. Selain itu, areal persawahan seluas sekitar 625 hektare juga terendam banjir.

Hingga Sabtu (7/8), ada ratusan rumah di 5desa di Waeapo yang masih terendam. Kelimanya adalah Desa Air Mendidih, Deboae, Wansaid, Waeleman, dan Waenetat. Tiga desa di antaranya adalah Waeleman, Deboae, dan Wansaid.

Sementara hingga saat ini pendistribusian bantuan ke daerah masih terkendala dengan akses jalan desa yang masih terendam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buru Hadi Zulkarnaen mengatakan, jembatan menuju Waeapo putus karena banjir. Jembatan itu menghubungkan Kabupaten Buru dan Buru Selatan sehingga transportasi barang, manusia, termasuk bantuan untuk korban banjir, terpaksa terhenti di jembatan dan dipindahkan ke truk atau kendaraan umum lain yang menunggu di sisi lain jembatan.

Meskipun sulit, Hadi berjanji akan tetap berupaya mendistribusikan bantuan. "Bantuan ke daerah terisolasi dikirimkan dengan bantuan Koramil Waeapo, meski jumlah bantuan yang dibawa masih terbatas," tegasnya. (laporan wa prasetya)

 

Arsip Berita